Mirisnya Kondisi Jalan di Desa Podorukun Kayong Utara

Mirisnya Kondisi Jalan di Desa Podorukun Kayong Utara

293
BERBAGI
Foto : Kondisi jalan di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara/Ist

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Ketua Umum Forum Pemuda Membangun Desa (FPMD), Habib Fuadzil K, mengatakan, Desa merupakan aspek penting dalam membangun sebuah daerah.

Habib mencontohkan kondisi jalan rusak yang ada di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.

“Melihat kondisi tersebut memang sangat miris dan memalukan. Mengapa demikian ? Karena potensi Desa Podorukun merupakan penghasil utama batu atau biasa dikenal dengan tambang galian C bahan serta material pengeras jalan, dengan adanya potensi tersebut seharusnya jalan di seluruh polosok desa sudah terakomodir. Minimal jalan tidak sedemikian hancur,” lanjutnya.

FPMD sendiri merupakan organisasi Non Profit yang memang ingin mengabdi kepada masyarakat khususnya di tingkat desa.

“Hal ini sesuai dengan program pemerintah, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, maka dari itu saya sangat konsen dalam masalah ini, tidak memandang siapa pemimpinnya atau apa jabatannya,” ujar Habib.

Ia menambahkan, potensi tambang batu di desa tersebut sangat besar, bahkan di distribusikan hampir ke seluruh wilayah di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.

“Seharusnya aparatur desa bisa mengelola dengan baik sehingga incomenya dapat di gunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana masyarakat Desa terkhusus jalan,” tambahnya.

Menyoroti kinerja aparatur desa memang jauh dari expektasi masyarakat, salah satunya dituturkan oleh warga bernama Sugiono (52).

“Bagaimana desa ini mau maju kalau kepala desanya saja ndak pernah muncul batang hidungnya di kantor desa, apalagi mendengar keluhan masyarakatnya,” tutur Sugiono.

Ia juga sangat mengeluhkan perilaku perangkat desa yang bahkan terkesan ikut menyembunyikan masalah ini.

“Kedepan mungkin akan menjadi pembelajaran masyarakat khususnya di Desa kami bahwa memilih pemimpin itu harus dilihat dari trackrecord dan prestasinya, bukan yang kasi duit berapa yang dipilih,” ujar Sugiono.

(R/Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR