Begini Tanggapan Polda Kalbar Terkait Surat Tim Advokasi Bela Ulama

Begini Tanggapan Polda Kalbar Terkait Surat Tim Advokasi Bela Ulama

BERBAGI
Foto : Kabid Humas Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Sugeng Hadi Sutrisno/Dok

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kabid Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Polisi Sugeng Hadi Sutrisno, mengatakan kasus dugaan ujaran kebencian yang diucapkan oleh Gubernur Kalbar Cornelis saat ini masih dalam tahap pengumpulan alat bukti dan saksi.

Sugeng mengakui pihaknya telah memanggil pihak pelapor untuk diperiksa. Saat ini Polda Kabar melalui Reskrimum masih dalam tahap pengumpulan barang bukti dan saksi.

“Nanti kita akan minta saksi dari hukum pidana, saksi dari ahli bahasa, dan saksi dari ahli agama, ahli IT, tentunya kita minta hadir dari Jakarta agar hasilnya objektif,” katanya saat diminta konfirmasi di Mapolda Kalbar, Rabu (7/6) sore.

Ia menegaskan dalam menangani kasus ini, pihaknya tetap mengutamakan profesionalisme kepolisian.

“Ini semua berlaku sama, kita tidak ada perbedaan dalam hukum, tidak ada yang dispesialkan,” ucapnya.

Terkait desakkan Tim Advokasi Bela Ulama yang menginginkan agar terlapor Cornelis segera dipanggil dan diminta keterangan,  Sugeng mengatakan, sebelum memanggil orang nomor satu di Kalbar tersebut pihaknya terlebih dahulu harus memanggil saksi ahli.

“Hasil keterangan dari saksi nanti yang akan menentukan apakah kita panggil atau tidak terlapor, dan kita gelarkan nanti terbuka siapa pun boleh melihat, kalau sudah memenuhi unsur baru kita akan lakukan proses hukum selanjutnya,” kata Sugeng.

Ia mengatakan jika memang saksi fakta yang disebutkan oleh Tim Advokasi Bela Ulama seperti Dandim, dan Kapolres Landak turut dihadirkan di Mapolda, pihaknya tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Nanti kita akan lakukan juga pemeriksaan sebagai saksi, boleh-boleh saja untuk menyampaikan saksi-saksi siapa, silahkan itu yang dari timnya,” tambahnya.

Masyarakat diminta menyerah kasus tersebut ke penyidik Polda Kalbar untuk melakukan tahapan proses hukum. Sejauh ini diakuinya tidak ada kendala dalam penanganan kasus.

“Tadi timnya meminta Surat Permohonan Perkembangan Perkara (SP2HP), nanti kita akan jawab secara tertulis,” tutupnya.

(Tim)

TIDAK ADA KOMENTAR