Satgas Kartel Landak Temukan Produk Mamin Kadaluwarsa di Sejumlah Mini Market

Satgas Kartel Landak Temukan Produk Mamin Kadaluwarsa di Sejumlah Mini Market

BERBAGI
Foto: Tim Satgas kartel pangan Landak tengah mendata dan menyita produk mamin kadaluwarsa di sebuah mini market di Kota Ngabang/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Baru saja dibentuk, Satgas kartel pangan Kabupaten Landak langsung action dengan turun ke lapangan melakukan pemantauan terhadap produk makanan dan minuman (mamin) yang ada disejumlah mini market di Kota Ngabang menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H ini, Kamis (8/6).

Hasilnya, mereka menemukan sejumlah mini market yang kedapatan masih menjual produk mamin yang kadaluwarsa. Produk itupun langsung disita polisi yang tergabung dalam tim Satgas kartel pangan Landak. Sedangkan pemilik toko diminta untuk menandatangani surat pernyataan tidak lagi menjual produk mamin yang kadaluwarsa.

Wakapolres Landak Kompol Damianus Dedi Susanto yang juga ikut memantau mengatakan, tim Satgas kartel pangan Landak tersebut terdiri dari Kepolisian, Balai POM dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Landak.

“Satgas tersebut sudah dicetuskan di tingkat pusat. Kita tinggal menindaklanjutinya saja,” ujar Damianus disela-sela pemantauan.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh Satgas kartel pangan tersebut meliputi pemantauan harga sembako, mengecek batas kadaluwarsa produk mamin dan mengecek stok kebutuhan pangan.

“Dari hasil pemantauan ini, kita masih menemukan adanya mini market yang menjual produk mamin kadaluwarsa. Produk itupun langsung kita sita. Sedangkan pemilik toko kita berikan surat pernyataan tidak lagi menjual produk kadalawursa yang ditandatanganinya,” jelas wakapolres.

Selain itu tambah Dami, tim juga memberikan batas waktu selama satu minggu kepada pemilik toko.

“Apabila mereka masih menjual produk yang kadaluwarsa, tentu pemilik toko bersangkutan akan kita laku pemeriksaan. Sebab, hal ini berkaitan dengan UU Perlindungan Konsumen,” tegasnya.

Tim Satgas juga meminta kepada pemilik toko supaya tidak lagi menjual produk mamin yang akan memasuki kadaluwarsa.

“Demikian juga produk mamin yang tidak ada masa kadaluwarsanya, kita harapkan pemilik toko supaya berkoordinasi dengan produsennya agar mencantumkan apa-apa saja bahan dari produk mamin tersebut, termasuk mencantumkan masa kadaluwarsanya,” pintanya.

Ditambahkan Kabag Perekonomian Setda Landak, Anem yang juga ikut memantau produk mamin menjelaskan, pemantauan yang dilakukan tersebut dalam rangka menindaklanjuti instruksi dari Kapolri, terutama dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri 1438 H.

“Kita juga menjalankan perintah dari Bupati Landak,” ucapnya.

Menurutnya, selain memantau stok barang dan masa kadaluarsa, harga produk juga tak luput dari pemantauan tim, terutama untuk harga gula pasir, daging bekuk dan minyak goreng kemasan sederhana.

“Ini sudah sesuai dengan perintah dari Kapolri dan Kemendag RI. Dari hasil pemantauan, ada mini market yang menjual harga gula pasir sebesar Rp. 13.500 per kilo. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula pasir ditetapkan sebesar Rp. 12.500 per kilo,” sebutnya.

Sedangkan untuk HET minyak goreng kemasan sederhana ditetapkan Rp. 11 ribu per kilo dan HET daging bekuk ditetapkan Rp. 80 ribu per kilo. Penetapan HET itu hanya berlaku untuk mini market saja.

(NY/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR