Bayi Terlahir Tanpa Anus di Tayan Butuh Bantuan

Bayi Terlahir Tanpa Anus di Tayan Butuh Bantuan

149
BERBAGI
Foto: Kondisi bayi yang lahir tanpa anus di Tayan Hilir/Muhammad

Sanggau, thetanjungpuratimes.com – Seorang bayi laki-laki anak pasangan Erwin Gotawa dan Karnila Wati warga Dusun Sungai Putat, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau lahir tanpa lubang anus yang menurut istilah medis disebut Atresia Ani.

Mirisnya, bayi yang diberi nama Adam baru berusia lima hari, lahir pada Minggu (4/6) lalu itu tidak bisa mendapat perawatan medis lebih intens, dikarenakan keterbatasan biaya dan akses pengobatan lainnya.

Menurut Kepala Desa Pedalaman, Sunarto meskipun bapak bayi itu Erwin Gotawa tercatat sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Tayan Hilir. Namun, dengan kondisi bayi demikian tidak ter-cover dalam asuransi, untuk jenis kelainan tersebut. Demikian pula dengan BPJS dan KIS perlu kelengkapan administrasi.

“Ya, untuk asuransi tak termasuk juga kalau kelainan demikian. Lalu kalau untuk BPJS serta KIS, jelas memerlukan kelengkapan administrasi. Jadi saat ini, keluarga bayi ini dihadapkan persoalan demikian,” ungkap Narto, Jumat (9/6).

Ditambahkan Narto, menurut keterangan lisan dokter untuk kelainan pada bayi demikian, jelas memerlukan operasi yang berkali-kali. Dan sudah pasti memerlukan biaya yang tak sedikit, mengingat orang tua bayi ini merupakan pasangan muda serta dari keluarga nelayan. Jelas akan dihadapkan dengan keterbatasan dana.

“Saya dengar akan ada tindakan medis berupa operasi beberapa kali. Nah, orang tua bayi ini pasangan muda, yang baru membina rumah tangga. Kemudian, latarbelakang keluarga pun nelayan, jelas kewalahan lah dengan biaya, jika harus menanggung operasi berkali-kali,” ujar dia.

Dijelaskan, tindakan medis pertama berupa membuat lubang disamping perut bayi sudak dilaksanakan di Pontianak. Saat itu menghabiskan dana belasan juta rupiah dengan biaya sendiri. Hanya saja, orang tua bayi kebingungan untuk mendanai operasi selanjutnya.

“Operasi pertama sudah dilaksanakan, dan menghabiskan dana belasan juta. Nah, sekarang orang tua bayi bingung untuk biaya operasi selanjutnya,” terang dia.

Saat ini kata Narto, pihaknya mengerahkan semua Kepala Dusun di wilayah desa tersebut, bersama PFKPM dan Bhabinkamtibmas Desa Pedalaman, melaksanakan penggalangan dana untuk meringan beban orang tua bayi.

“Saya meminta semua kepala dusun, PFKMP terus Bhabinkamtibmas Pedalaman juga melaksanakan penggalangan dana. Tujuan kita untuk membantu meringankan beban orang tua bayi,” cetus dia.

Kades Pedalaman ini berharap ada uluran tangan dan bantuan donasi dari para donatur, baik itu secara pribadi, lembaga dan perusahaan, sehingga bayi itu bisa menjalani operasi lagi dan hingga memiliki lubang anus sehingga sehat seperti anak-anak lainnya.

“Kami selaku pemerintah desa sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin membantu meringankan biaya operasi bayi tersebut nantinya. Memang saat ini, keluarga si bayi memang sangat membutuhkan uluran tangan baik itu dari pemerintah dan orang yang tergerak nuraninya untuk meringankan mereka,” pungkas dia.

(Muhammad/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR