Kadis Kesehatan Kalbar: IPKM Sambas dan Sintang Turun Secara Signifikan

Kadis Kesehatan Kalbar: IPKM Sambas dan Sintang Turun Secara Signifikan

137
BERBAGI
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Djap / Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Djap mengatakan, Indeks Pembanguan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Kabupaten Sambas turun secara signifikan.

Andi memaparkan, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 sampai 2013, IPKM Kabupaten Sambas yang semula berada pada posisi 191, terjun bebas ke posisi 373 dari 440 kabupaten kota yang ada di Indonesia.

Andi Djap mengatakan, selain Kabupaten Sambas, penurunan posisi IPKM juga terjadi pada Kabupaten Sintang yang mana kabupaten tersebut pada saat ini dijabat oleh dr. Jarot itu menjadi turun dari posisi 262 menjadi posisi 401.

“Sintang yang tadinya pada posisi 262 anjlok ke rangking 401, dari 440 kabupaten kota se Indonesia,” ucapnya, Jumat (9/6).

Sebaliknya, dari 14 kabupaten kota yang ada di Kalbar, Kota Pontianak dan Kabupaten Landak menjadi dua daerah yang mengalami peningkatan IPKM secara signifikan.

“Pada tahun 2007 IPKM kabupaten Landak diperingkat 403, sedangkan pada tahun 2013 meningkat menjadi 116,” ujarnya.

Sedangkan untuk Kota Pontianak, peningkatan signifikan juga terjadi, yang semula rangking 125 menjadi peringatan ke 43.

Lebih jauh Andi mengatakan, pada tahun 2007 Kota Pontianak dan Kabupaten Landak belum mempunyai rumah sakit daerah,  berbeda dengan Sambas dan Sintang yang telah memiliki fasilitas rumah sakit.

“Kesehatan masyarakat bukan berada pada rumah sakit melainkan terletak pada keberhasilan layanan Puskmesmas, bukan berarti rumah sakit tidak penting, rumah sakit tetap penting,” ulasnya.

Maka untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, pihaknya melakukan upaya melalui konsep pendekatan keluarga dan gerakan masyarakat hidup sehat untuk memperkuat peran dan fungsi Puskesmas.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR