Lahan Pembangunan SUTT di Eksekusi

Lahan Pembangunan SUTT di Eksekusi

44
BERBAGI
Foto: Lahan pembangunan menara transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Dusun Beram Plasma IV setelah dieksekusi oleh tim gabungan/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Pelaksanaan eksekusi lahan pembangunan menara transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Dusun Beram Plasma IV berjalan aman dan lancar.

Eksekusi yang dilakukan sejak Senin (5/6) hingga Jumat (9/6) itu dilakukan oleh tim gabungan antara aparatur desa setempat, Satpol PP Pemkab Landak, TNI/Polri dan pihak terkait. Lahan tersebut dieksekusi dengan cara menebang sejumlah pohon kelapa sawit.

Pj Sekda Landak, Alpius mengatakan, sebelumnya ada sejumlah oknum warga yang tidak menyetujui hasil kesepakatan harga ganti rugi lahan.

“Sudah hampir lima enam kali kita memfasilitasi pertemuan. Tapi oknum warga tersebut tetap tidak mau menyepakati harga ganti lahan yang sudah ditetapkan,” ujar Alpius, Jumat (9/6).

Menurutnya, sejumlah oknum warga itu tetap bertahan pada peraturannya sendiri.

“Sedangkan kita dari pemerintah berdasarkan aturan standar nasional. Ganti rugi ini tidak bisa kita bayar sembarangan. Dananyapun sudah kita titip ke Pengadilan. Lahannya terus kita kerjakan,” katanya.

Alpius mempersilakan oknum warga tersebut untuk mengajukan tuntutan hukum ke Pengadilan.

“Kita berharap jika masalah pembebasan lahan itu cepat selesai, mudah-mudahan saja SUTT cepat dibangun. Makanya kami juga mau minta ekpos pembangunan SUTT tersebut,” ucap Alpius.

Mantan Pj Bupati Landak, Jakius Sinyor sebelumnya berharap supaya masalah pembebasan lahan tersebut cepat teratasi.

“Dengan demikian, pembangunan SUTT di Landak cepat terealisasi. Apalagi sesuai program PLN, pada bulan November 2017 ini semuanya sudah selesai terpasang jaringan SUTT itu, termasuk di tiga kabupaten lainnya selain Landak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Amboyo Utara, Silen membenarkan jika pelaksanaan eksekusi lahan itu berjalan aman dan lancar.

“Sejak beberapa kali pertemuan pihak pemilik lahan yang terkena lokasi pembangunan SUTT dengan pihak PLN, ada masyarakat yang tidak mau terima hasil perhitungan ganti rugi lahan. Makanya, oleh pihak Pengadilan Negeri menyatakan mengesekusi lahan tanam tumbuh tersebut,” jelasnya.

(NY/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR