Program Cetak Sawah di Bonti Dimulai

Program Cetak Sawah di Bonti Dimulai

67
BERBAGI
Foto: Dandim 1204 Sanggau dan Kadis KTPHP Sanggau disambut dengan tarian adat/Muhammad

Sanggau, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 199 hektar lahan di Dusun Entotang, Kerunang dan Desa Kampuh mendapatkan alokasi cetak sawah pada tahun 2017 ini.

Prosesi pengerjaan lahan tersebut, ditandai ritual Ngudas istilah tradisi warga setempat saat membuka lahan. Ritual Ngudas ini berlangsung dihalaman rumah Kepala Desa Kampuh, Ny Linda, pada Jumat (9/6).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranyaDandim 1204 Sanggau, Letkol Inf Herry Purwanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Kadis KPTPHP) Kabupaten Sanggau, H Jhon Hendri, Camat Bonti, Darmikus Heri, perwakilan Zidam XII Tanjungpura, Letda Czi Sulawan, Kepala Desa Kampuh, Ny Linda serta ratusan orang warga setempat.

Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf Herry Purwanto mengucapkan terima kasih kepada perusahaan kelapa sawit PT MAS yang sudah memberikan tanah HGU-nya kepada masyarakat untuk dijadikan lahan cetak sawah.

“Tujuan dilaksanakan cetak sawah ini, untuk mensejahterakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Nah, untuk lahan yang sudah dicetak menjadi sawah, diharapkan nantinya dikelola dengan baik secara swadaya masyarakat, sehingga fungsi tanahnya tetap menjadi lahan sawah,” ungkap Dandim.

Sementara, Kadis KPTPHP Sanggau, John Hendri mengungkapkan kesepakatan antara Menteri Pertanian dengan Kasad TNI AD menegaskan jika cetak sawah di Kabupaten Sanggau harus mendapatkan pengawalan dan pendampingan dari TNI-AD. Sebab, anggota TNI-AD sudah teruji secara agresifitas dan cekatan dalam pelaksanaan tugas.

“Pada tahun 2017 Kab. Sanggau mendapatkan cetak sawah sebesar 1500 hektar. Nah, untuk Dusun Entotang, Kerunang dan Desa Kampuh mendapatkan cetak sawah 199 hektar,” ujar dia.

Dijelaskan, setelah di cetak sawahnya nanti, masyarakat hanya menanam padi. Untuk benih dan pupuk sudah mendapatkan bantuan dari Pemkab Sanggau.

“Pada prinsipnya tanah yg sudah dicetak, hasilnya bukan milik TNI-AD, tetapi menjadi hak milik masyarakat untuk dikelola,” pungkas dia.

(Muhammad/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR