Dua ASN di Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Kepergok Didalam Kamar Hotel

Dua ASN di Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Kepergok Didalam Kamar Hotel

393
BERBAGI
Foto: Petugas gabungan saat menciduk pasangan diluar nikah di Penginapan Mawar di kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (10/6) malam/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Dukcapil Kapuas Hulu serta Imigrasi Putussibau melakukan razia ke 10 lokasi penginapan dan tempat hiburan malam, Sabtu (10/6) malam.

Dari giat tersebut ada lima pasangan diluar nikah diciduk petugas dari sejumlah losmen, hotel, penginapan dan kost. Salah satu pasangan yang diciduk petugas adalah pasangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu.

Kabid Penegakan dan Operasi Satpol PP Kapuas Hulu, H Afdhal Yasier mengatakan, petugas gabungan melakukan razia di 10 titik yaitu 5 titik di Putussibau Selatan, dan 5 titik di Putussibau Utara. Dari penyirisan di Putussibau Utara, memang ada pasangan diluar nikah yang ditemukan petugas.

Dirincikan Yasier, pasangan diluar nikah tersebut ditemukan di Kost Vera sebanyak 1 pasang LA (20) dan F (17), hotel Aman Sentosa sebanyak 1 pasang AN (32) dan IZ (28), penginapan Mawar sebanyak 1 pasang mereka NA (22) dan DY (23), kemudian losmen Merparti sebanyak 2 pasang dalam satu kamar AS (27) DA (22), SY (27), JI (25).

“Sejauh ini mereka pembinaan dan sudah suruh pulang,” papar Yasier.

Untuk pasang ASN, kata Yasier, mereka sudah membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. AN dan IZ adalah pegawai Dinas Kesehatan.

“Mereka ini dikembalikan ke SKPDnya untuk dilakukan pembinaan oleh Kepala Dinas yang bersangkutan. Kalau memang terulang lagi terpaksa dilaporkan ke kepolisian,” jelasnya.

Terkait kegiatan razia, kata Yasier itu dimotori di leading sektori pihaknya. Sesuai program teranggarkan nama kegiatan adalah Penyilidikan, Penindakan Pelanggaran Perda KTP. Kegiatan dimotori Kasi Pengendalian Operasi, A. Plaun Suka, dan Kasi Penegakan dan Penyelidikan, Mohd Ardi.

“Ini memang fokus penginapan dan hotel. Kita libatkan kepolisian, TNI, dan PM, Provost, Diisdukcapil, dan Imigrasi. Kegiatan memang satu hari saja dan semua personil gabungan ada 46 orang,” paparnya.

Hasil razia secara keseluruhan banyak masyarakat yang terdata, tidak ada KYP. Ada yang dalam kepengerusan tidak dan ada keterangan.

“Semua sudah diarahkan untuk segera mengurus ke dukcapil, karena ada petugas dukcapil juga yang ikut,” tutur Yasir.

Pemilik kos semua sudah di ingatkan, agar data pengunjung dan penghuni harus dilaporkan. Dari Satpol PP data rutin setiap satu bulan selalu masuk dan izin usaha juga harus ada.

“Kalau terus dibiarkan dan terjadi penangkapan pangan diluarnikah di tempat yang bersangkutan, kami akan usulkan agar izin usaha yang bersangkutan dibekukan,” tegasnya.

Sementara itu, AN, usai pemeriksaan di Satpol PP menjelaskan, dirinya baru habis ikut kegiatan dinas dan pulang ke tempat IZ menginap, untuk istirahat sebentar.

“Saya sempat nyeterikakan pakaian, belum lama petugas datang,” ungkapnya.

Kata AN, pasangannya itu datang dari kecamatan dan menginap di hotel tersebut karena ikut kegiatan dinas juga.

“Jadi saya datang untuk bertemu dia, dia jauh dari Semitau dan jarang ketemu,” tutupnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY