MUI Sekadau Minta Warga Hati-Hati Gunakan Media Sosial

MUI Sekadau Minta Warga Hati-Hati Gunakan Media Sosial

50
BERBAGI
Foto: Kyai Mudhlar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Maraknya berita hoax belakangan ini membuat resah masyarakat. Tak jarang, informasi yang disebarkan dan belum jelas kebenarannya itu justru dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui media sosial. Fatwa tersebut diharapkan bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi hoax dan mengarah pada upaya adu domba di tengah masyarakat.

Kyai Mudhlar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau menuturkan, masyarakat harus berhati-hati menggunakan media sosial. Apalagi, kata dia, kadangkala media sosial tersebut membuat masyarakat resah.

“Selaku Ketua MUI Kabupaten Sekadau, kami mengimbau masyarakat berhati-hati menyikapi media sosial,” ujarnya, Minggu (11/6).

Menurutnya, media sosial lebih banyak mengadu domba karena lebih banyak unsur negatif ketimbang positifnya. Untuk itu, ia menegaskan, agar masyarakat jangan menyebarkan informasi begitu tanpa dinilai dan diteliti terlebih dahulu isinya.

“Kalau kiranya hal itu (informasi, red) tidak bagus, jangan disebarkan ke yang lain,” kata dia.

“Rasulullah sudah menggariskan kepada kita yang dikatakan orang beriman percaya dengan hari kiamat itu hendaknya berkata yang baik. Kalau tidak bisa berkata dengan baik maka lebih baik diam, kata Rasulullah,” imbuhnya.

Mudhlar mengatakan, penggunaan media sosial lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Karena itu, kata dia, di media sosial segala informasi itu semau-maunya menyebar tanpa diadakan penelitian terlebih dahulu, apakah benar atau tidak.

“Menurut saya banyak berita hoaxnya, berita bohong dalam media sosial itu,” ucapnya.

Ia mengatakan, dengan adanya fatwa MUI tersebut masyarakat harus lebih berhati-hati. Dikatakan dia, jika salah menginformasikan kepada orang lain itu berdosa hukumnya.

“Oleh karena itu, tentu masyarakat harus lebih hati-hati, mawas diri. Apalagi sudah ada fatwa MUI dalam menyikapi media sosial ini,” tuturnya.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY