Sekolah Lima Hari Ditanggapi Beragam di Sekadau

Sekolah Lima Hari Ditanggapi Beragam di Sekadau

63
BERBAGI
Foto: Albinus, Kepala SMPN 1 Sekadau Hilir/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah baru saja menerbitkan Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah tanggal 12 Juni kemarin.

Dalam Pasal 2 ayat (1) diatur sekolah 8 jam dalam satu hari, atau 40 jam dalam 5 hari (Senin-Jum’at). Jika masuk sekolah pukul 07.00 WIB, maka pulangnya lebih kurang pukul 15.00 WIB. Peraturan ini mendapat tanggapan beragam.

Sibuan, salah satu orangtua murid mengaku kurang setuju dengan aturan tersebut.

“Kasihan anak-anak terlalu lama di sekolah. Nanti malah stres,” protes Sibuan, Selasa (13/6).

Kepala SMA Karya Sekadau, Sumardi menyatakan kondisi di daerah dengan perkotaan berbeda. Pertama, soal biaya hidup anak, misalnya jajan anak yang mungkin harus ditambah.

Kedua, kata Sumardi, soal kesejahteraan guru apakah sudah berimbang.

“Kemudian sarana prasarana misal tempat sembahyang memadai atau tidak. Terus, ada juga anak yang tinggal dengan orang, kalau pulang sekolah jam 3 kapan mau bantu-bantu,” tutur Sumardi.

Namun begitu, apapun keputusan pemerintah tetap harus ditaati.

“Tapi itu dia, kalau bisa dipertimbangkan lah,” ucapnya.

Sumardi juga mengaku belum memahami secara persis seperti apa metode teknis pelaksanaan pola sekolah yang baru tersebut.

“Belum tahu kita, belum ada sosialisasi atau workshop, jadi kita pun belum jelas,” akunya.

Albinus, Kepala SMPN 1 Sekadau Hilir menyatakan kesiapannya menerapkan aturan tersebut jika memang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

“Kita tidak ada masalah. Secara teknis sebetulnya kita sudah tiadakan belajar hari Sabtu, hanya ekstrakulikuler. Sapras apa adanya saja. Yang jelas kan jam belajar tidak bertambah, hanya harinya saja yang dikurangi,” kata Albinus.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY