Solmadapar Kembali Kritik Kebijakan Kenaikan TDL

Solmadapar Kembali Kritik Kebijakan Kenaikan TDL

BERBAGI
Foto: Aksi Solmadapar/Dokumen

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) kembali mengkritik kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dikeluarkan pemerintah.

Aktivis Solmadapar, Faisal mengungkapkan kebijakan yang diterapkan pemerintah sejak awal Januari 2017 tersebut masih terus menuai permasalahan.

“Kenaikan TDL ini terus naik yang dimulai pada Januari kemarin, terjadi tiga bulan sekali sepanjang tahun 2017, dimana kenaikan tahap satu pada bulan Januari, tahap dua bulan Maret, tahap tiga bulan Mei, dan pada bulan Juli nanti kenaikan tarif dasar listrik akan memasuki tahap empat,” papar Faisal, Selasa (13/6).

Menurutnya, kebijakan itu sangat menyengsarakan masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Barat.

“Kita ketahui bahwa yang dinaikkan tarifnya adalah 900 va ke atas, tapi masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah seperti buruh, petani dan lain-lain banyak yang menggunakan tegangan tersebut,” sebutnya.

Ia menjelaskan subsidi adalah salah satu cara untuk meringankan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi yang lemah.

“Karena selama tarif dasar listrik dinaikan tidak ada perbaikan pelayan yang dilakukan PLN, masih sering terjadinya pemadaman, dan yang lebih parah masih banyak daerah yang tidak menerima listrik tersebut. Inikan menjadi sebuah ironi,” kesalnya.

Sudah seharusnya, lanjut dia, pemerintah melakukan evaluasi terkait dampak dari kenaikan listrik tersebut.

“Sepertinya pemerintah tidak memperhatikan daya beli masyarakat ketika TDL naik. Pemerintah tidak memperhatikan defisit pengeluaran bagi masyarakat yang tidak mampu,” ulasnya.

“Apalagi selama bulan Ramadan dan menjelang lebaran, kebutuhan keluarga sangat tinggi, apabila hal ini terus berlanjut tidak heran angka kemiskinan akan terus meninggkat dan kesenjangan ekonomi terjadi karena pengeluaran lebih besar dari pendapatan,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR