Spesies Mangrove Terlangka di Dunia Ditemukan di Bentang Pesisir Padang Tikar

Spesies Mangrove Terlangka di Dunia Ditemukan di Bentang Pesisir Padang Tikar

BERBAGI
Foto: Mangrove spesies langka di dunia bernama Tumuk Putih atau Berus Mata Buaya yang bernama latin Bruguiera hainesii/sampankalimantan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Masyarakat Pesisir Kalimantan (SAMPAN)  menemukan satu spesies mangrove yang sebelumnya tidak ditemukan di Indonesia. Mangrove ini bernama Tumuk Putih atau Berus Mata Buaya yang bernama latin Bruguiera hainesii.

Jenis mangrove yang populasinya tak lebih dari 203 pohon di seluruh dunia ini ditemukan oleh SAMPAN bersama pemerintah Desa Tanjung Harapan, dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) di Teluk Pari Tanjung Terong Desa Tanjung Harapan Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya pada akhir Mei 2017.

Mangrove Expert SAMPAN,  Bekti Saputro mengatakan, mangrove yang hampir punah di dunia tersebut, sejauh ini hanya tumbuh di tiga Negara yakni Malaysia sebanyak 80 pohon Singapura tiga pohon dan Papua Nugini 120 pohon.

“Ini bukan hanya penemuan dari SAMPAN, tapi penemuan kami bersama pemerintahan desa dan LPHD,” kata Bekti.

Sementara itu, Deputi Direktur SAMPAN, Denni Nurdwiansyah mengatakan, guna memastikan penemuan tersebut benar benar-benar spesies mangrove spesies Bruguiera hainesii pihaknya bekerjasama dengan ahli mangrove Benjamin Brown (kandidat PhD Universty of Charles Darwin dan anggota dari IUCN Mangrove Specialis grup).

“Hasilnya terkonfirmasi bahwa jenis tumbuhan tersebut 100 persen merupakan Bruguiera hainesii jika dilihat dari karakter buah, bunga, batang, akar dan daun,” paparnya saat memberi keterangan pers, di Kantor SAMPAN jalan Paris II Pontianak Tenggara, Rabu (14/6) malam.

Ia menjelaskan hasil penelitian mangrove ini mengkonfirmasi bahwa Kabupaten Kubu Raya, khususnya Bentang Pesisir Padang Tikar merupakan satu diantara ekosistem mangrove yang terlengkap dan terkaya di Asia Tenggara dengan Total luas 59.847 hektar.

“Mangrove di Bentang Pesisir Padang Tikar merepresentasikan 33 persen dari total 202 jenis mangrove yang terdapat di Indonesia atau 47 persen dari total 150 jenis mangrove di pulau Kalimantan. Khusus mangrove sejati Bentang Pesisir Padang Tikar merepresentasikan 82,5 persen dari total 40 jenis mangrove sejati yang ada di Indonesia,” ulas Denni.

Lebih lanjut Denni memaparkan, penemuan Spesies ini menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar masih sehat dan terjaga dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan tutupan hutan mangrove yang masih terjaga dengan baik.

“Terjaganya mangrove tersebut membuktikan komitmen tinggi masyarakat Bentang Pesisir Padang Tikar untuk menjaga, dan melestarikan keberadaan ekosistem mangrove,” ucapnya.

Menurutnya penemuan ini harus menjadi perhatian semua pihak dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan mangrove oleh masyarakat secara serius dan konkrit.

(Agustiandi/Faisal)

1 KOMENTAR

Comments are closed.