BPJS gelar Gathering Badan Usaha, Safari Ramadan, dan Santuni Anak Yatim

BPJS gelar Gathering Badan Usaha, Safari Ramadan, dan Santuni Anak Yatim

BERBAGI
Foto: Direktur Perncanaan Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan, Mundiharno menyerahkan santunan BPJS Kesehatan kepada anak yatim/ Imam
Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam rangka menyambut hari kemenangan yang sebentar lagi akan dirasakan umat muslim, BPJS Kesehatan melakukan Gathering Badan Usaha sebagai salah satu kegiatan Safari Ramadan, serta pemberian santunan kepada anak yatim di salah satu hotel di Kota Pontianak pada Kamis (15/6) sore.

Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut PS, memberikan apresiasi yang tinggi atas dukungan badan Usaha yang telah bergabung dalam Program JKN-KIS.

“Badan Usaha yang telah bergabung dalam program JKN secara tidak langsung telah bergotong royong dalam memberikan penjaminan kesehatan bagi pekerjanya,” ujar Benjamin.

Selain hal tesebut, katanya prinsip gotong royong yang dapat dilakukan oleh Badan Usaha adalah dengan cara memberikan jaminan kesehatan bagi warga yang tidak mampu melalui Corporate Social Responsbility (CSR).

Apabila program CSR disinergikan, maka JKN-KIS adalah sarana yang tepat karena peningkatan kesehatan adalah salah satu sasaran program CSR. Dengan melakukan berbagai upaya sinergi bersama stakeholder termasuk Badan Usaha, BPJS Kesehatan dapat mencapai kepesertaan jaminan kesehatan semesta di tahun 2019.

Pada kegiatan Safari Ramadan kali ini, turut hadir Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan, Mundiharno, unsur Muspida Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan para perwakilan Badan Usaha yang ada di Kota Pontianak.

“Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mensinergikan Program JKN-KIS bagi Badan Usaha demi mewujudkan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan,” kata Mundiharno.

Ia menginformasikan, sampai saat ini, cakupan kepesertaan di Provinsi Kalimantan Barat baru mencapai 2.776.961 jiwa dari total jumlah penduduk yang mencapai 5.343.416 jiwa, atau baru mencapai 52 persen.

Sedangkan untuk peserta Badan Usaha cakupan pesertanya mencapai 683.332 jiwa. Untuk mendukung perluasan kepesertaan PBPU dan PPU, BPJS Kesehatan telah melakukan optimalisasi kepatuhan melalui sinergi seluruh instansi terkait.

Di sisi lain untuk meningkatkan kepuasan peserta, BPJS Kesehatan juga melakukan intensifikasi sarana, dan prasarana fasilitas kesehatan yang sudah tersedia maupun penambahan fasilitas kesehatan Rumah Sakit seperti inovasi suara pelanggan, Customer Service Timer Index, dan dashboard ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit.

“Kami terus berkomitmen untuk memperhatikan kepuasan peserta JKN-KIS dalam hal pelayanan kesehatan yang diterimanya,” ujar Mundiharno.

Selain Gathering Badan Usaha, pada kesempatan yang sama BPJS Kesehatan juga turut memberikan santunan kepada anak yatim. Pemberian santunan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Mundiharno. Acara makin hikmat dengan adanya tausyiah ramadan dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR