FORMAS Pertanyakaan Surat terbuka Satu Tahun Lalu untuk Bupati Sambas

FORMAS Pertanyakaan Surat terbuka Satu Tahun Lalu untuk Bupati Sambas

177
BERBAGI
Foto : Logo Forum Mahasiswa Kabupaten Sambas (Formas)/Ist

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Forum Mahasiswa Kabupaten Sambas (FORMAS) pertanyakan surat terbuka yang disampaikan kepada Atbah Romin Suhaili satu tahun yang lalu, dalam memimpin Kabupaten Sambas.

Dalam surat terbuka yang dikirim pada 14 Juni 2016 lalu tersebut, FORMAS saat itu yang diketuai oleh Rudi Anggara, menyampaikan beberapa hal yang perlu diperbaiki di Kabupaten Sambas, seperti masalah infrastruktur, pendidikan, ekonomi, transparansi keuangan dan ketegasan hukum yang ada di Sambas.

“Kita tahu pada satu tahun kepemimipinan Atbah Romin Suhaili belum juga terealisasi seperti permasalah pembangunan infrastruktur yang kurang memadai, salah satu akses jalan saat ini belum rampung diperbaiki dan tidak hanya di jalur menuju perbatasaan, masih banyak akses jalan yang bisa di bilang buruk. Dikarenakan Sambas merupakan  wilayah perbatasan dengan negara seberang di dalam wilayah RI,” papar Ketua Formas Reza Iswanda melalui rilisnya, Kamis, (15/6).

Menurutnya, akses jalan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh di dalam memajukan bidang ekonomi, pertanian dan kesehatan.

“Pada bidang pendidikan, Kabupaten Sambas masih bergelut dengan masalah kekurangan tenaga pengajar dan bangunan yang tidak memadai. Pendidikan yang merupakan jantung pembangunan Sambas, sudah seharusnya pemerintah daerah harus serius dalam menangani permasalahan pendidikan,” papar dia.

Ia menuturkan, masih kurangnya perbaikan infrastruktur membuat masyarakat  kesulitan dalam mengakses pendidikan.

“Kurangnya lapangan pekerjaan membuat angka pengganguran dan angka kemiskinan yang tidak terkendali. Banyak rakyat Kabupaten Sambas yang mencari nafkah di negeri seberang. Dikarenakan lapangan pekerjaan yang kurang dan upah yang minim untuk kebutuhan sehari-hari,” ulasnya.

Ia berharap orang nomor satu di Kabupaten Sambas tersebut benar-benar dengan serius membangun daerah dan lebih memperhatikan rakyat kecil demi tercapainya Sambas hebat.

Berikut surat terbuka FORMAS  yang disampaikan kepada Aatbah Romin Suhaili secara lengkap setahun yang lalu.

Surat terbuka untuk Bupati Terpilih Kabupaten Sambas

Hidup Mahasiswa

Hidup rakyat

Salam Sambas Hebat

Salam Sengiyan-nginyan (benar ingin membangun Sambas)

Surat ini mewakili suara para mahasiswa dan masyarakat asal Kabupaten Sambas, yang kami sampaikan kepada Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, Lc dan wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah, SH. MH yang baru dilantik.

Kami selaku pengurus Forum Mahasiswa Kabupaten Sambas (FORMAS) bermaksud untuk menyampaikan surat terbuka kepada bupati Sambas selaku pemegang kebijakan di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Sambas. Saat ini, masih begitu banyak permasalahan yang ada di Kabupaten Sambas yang menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk pemerintahan di bawah pimpinan H. Atbah Romin Suhaili, Lc dan Hj. Hairiah, SH. MH.

Bapak Bupati yang senginyan-nginyan dalam membangun Sambas . Coba kita perhatikan secara bersama-sama kondisi lapangan yang terjadi pada saat ini, masyarakat masih sangat minim mendapatkan apa yang seharusnya pemerintah daerah berikan di Kabupaten Sambas.

Dengan ini kami FORMAS menyampaikan beberapa PR yang harus segera diselesaikan oleh bupati dan wakil bupati Sambas terpilih. Antara lain perbaiki kondisi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, tranparansi keuangan, dan ketegasan hukum yang terdapat di Kabupaten Sambas.

Seperti permasalahan pembangunan infrastruktur yang dinilai belum merata, padahal pembangunan infrastruktur di kawasan ini sangatlah memegang peranan penting. Kabupaten Sambas merupakan garda terdepan bagi negara tetangga untuk masuk kewilayah RI. Namun kondisi infrastruktur masih sangat minim. Akses jalan yang rusak membuat masyarakat sulit dalam mengembangkan perekonomian di kawasan setempat. Permasalahan Pendidikan dan kesehatan.

Pendidikan yang didapatkan setiap hari merupakan bekal untuk mengembangkan diri menjadi lebih kreatif dan inovatif. Apalagi dengan fasilitas pendidikan yang sudah memadai pastinya peserta didik akan lebih termotivasi dan semangat untuk terus belajar. Walaupun bukan hanya di Kab Sambas yang merasakan dampak dari banyaknya permasalahan pendidikan seperti kurangnya tenaga pendidik, fasilitas dan sarana belum memadai, serta kesejahteraan guru yang kacau balau namun masayarakat punya harapan besar kepada bupati untuk bisa menemukan penyelesaian di bidang pedidikan. Sangat disayangkan baru-baru ini masyarakat Sambas sempat dihebohkan karena melihat kondisi tempat belajar yang belum memadai seperti dibeberapa kecamatan. Begitu juga di bidang kesehatan masih banyak masyarakat sambas yang harus turun kejalan untuk membantu masyarakat dalam berobat dan carut marutnya jaminan sosial yang dari pihak rumah sakit atau puskesmas kepada masyarakat.

Transparansi dan keterbukaan publik harus segera dilaksanakan. Kami selaku masyarakat sambas ingin melihat apa yang seharusnya menjadi hak kami, transparasikan seluruh anggaran yang telah digunakan, supaya masyarakat juga bisa mengontrol keuangan dan menghindari penyelewengan uang rakyat.

Ketegasan hukum masih jauh dari yang diharapkan. Penyelesaian kasus korupsi yang terjadi di Kab Sambas masih tersendat-sendat dan tidak ada titik temunya. kami menginstruksikan supaya hukum harus dipertegas.

Demikianlah surat terbuka yang kami sampaikan, selaku mahasiswa dan masyarakat sambas tentunya kami menginstruksikan kepada Bupati dan wakil bupati yang baru dilantik untuk menyelesaikan PR yang telah kami berikan, demi tercapainya visi misi yang diusung ketika debat kandidat lalu yakni menuju Sambas Hebat.

Hidup Mahasiswa…

Hidup Rakyat…

Rudi Anggara

Ketua Forum Mahasiswa Kabupaten Sambas (FORMAS).

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY