Jelang Lebaran, Produk Kadaluwarsa Masih Beredar di Ngabang

Jelang Lebaran, Produk Kadaluwarsa Masih Beredar di Ngabang

653
BERBAGI
Foto : Karyawan di salah satu mini market di Kota Ngabang mendapat teguran dari tim pemantau produk Mamin/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Sepuluh hari jelang hari raya Idul Fitri, tim gabungan Pemkab Landak tadi pagi melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap produk Makanan dan Minuman (Mamin) yang ada di sejumlah toko dan mini market di Kota Ngabang.

Pemantauan yang dilakukan itu pun untuk memberikan rasa aman kepada konsumen dalam memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. Tim yang terbagi dalam lima kelompok itu terdiri dari Bagian Perekonomian Setda Landak, Bappeda Landak, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Landak, Dinas Kesehatan Landak, Satpol PP Landak dan Badan Pusat Statistik (BPS) Landak.

Salah satu anggota tim dari DPPKP Landak, Sandra, mengatakan, sebelumnya memang sudah turun tim melakukan kegiatan yang sama.

“Tapi tim tersebut dikoordinir oleh Polri dengan melibatkan sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Landak,” ujar Sandra saat melakukan pemantauan.

Menurutnya, sasaran dari pemantauan produk Mamin tersebut meliputi produk kadaluwarsa dan produk yang tidak layak jual seperti kemasan rusak dan lain sebagainya. Mereka pun memantau harga sembako yang ada di pasaran Kota Ngabang.

“Dari hasil pemantauan itu, memang masih banyak ditemui adanya toko dan mini market yang menjual produk Mamin kadaluwarsa dan produk Mamin yang tidak layak jual lainnya. Kita sudah meminta kepada para pemilik toko dan mini market supaya tidak menjual lagi produk Mamin yang kadaluwarsa dan mengembalikan produk Mamin yang tidak layak jual kepada agen,” jelas Kasi Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DPPKP Landak ini.

Tidak hanya itu saja, pemilik toko dan mini market yang kedapatan menjual produk Mamin tidak layak jual dan konsumsi juga diminta menandatangani surat pernyataan supaya tidak melakukan hal tersebut lagi.

“Di surat pernyataan itu pun ada sanksi tegas apabila mereka masih kedapatan menjual produk yang tidak layak jual dan konsumsi,” tegas Sandra.

(NY/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY