Masyarakat Badau dan Batang Lupar Keluhkan Perkebunan Sawit

Masyarakat Badau dan Batang Lupar Keluhkan Perkebunan Sawit

82
BERBAGI
Foto : Masyarakat menyampaikan keluhan terhadap PT KAA dalam pertemuan bersama DPRD dan Polres Kapuas Hulu/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sekitar 30an orang masyarakat dari Desa Seriang dan Tajum, Kecamatan Badau serta Desa Senunuk, Kecamatan Batang Lupar mendatangi kantor DPRD Kapuas Hulu, Kamis (15/6). Mereka mengeluhkan perkebunan kelapa sawit di desanya yaitu PT KAA.

Juru bicara masyarakat tiga desa ini, Thomas Langit, menyampaikan, pihaknya sangat kecewa dengan PT KAA yang tidak komitmen mengelola perkebunan. Keinginan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang baik tidak tercapai, hutan dibabat dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Dalam hal ini akan kami tuangkan pernyataan sikap, kami bisa menuntut melalui jalur adat,” paparnya.

Kata Thomas, masyarakat kooperatif menyediakan lahan, tapi malah menjadi korban. Karyawan juga tidak mendapatkan gaji dari perusahaan.

“Kami harap DPRD Kapuas Hulu bisa memanggil perusahaan menanyakan kejelasan permasalahan kami ini, sehingga bisa dicari investor lain yang siap berinvestasi tanpa mengecewakan masyarakat,” tegasnya.

Apabila tidak ada solusi, masyarakat mengharapkan agar HGU diatas lahan seluas 11 ribu hektar yang sudah diterbitkan oleh BPN itu dicabut dari PT KAA.

“Lebih baik lahan ditarik dan dikembalikan ke kami,” katanya.

Dari permasalahan yang muncul, Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim, mengatakan, perkebunan sawit ibarat bom waktu, karena sudah banyak masalah, mentelantarkan lahan, ada juga pencaplokan lahan, program CSR juga belum jelas. Belum lagi orang setempat yang terkesan kurang dianggap, banyak yang tidak dipekerjakan dengan dalih sumber daya manusianya kurang.

“Padahal masyarakat setempat harusnya diberdayakan,” tutur Kasim.

Kasim menilai, masalah sawit perlu dibongkar untuk perbaikan kedepan. Hal ini perlu dicari solusi oleh pemerintah daerah dan masyarakat, harus sama-sama suarakan dengan cara-cara yang elegan.

“Kami dari DPRD saja susah untuk menemukan pihak manajemen perusahaan perkebunan sawit, ketemu manajernya juga susah. Seharusnya mereka punya kantor di Putussibau, sehingga bisa bertanggungjawab ketika ada masalah,” tuturnya.

Ditambahkan Anggota DPRD Kapuas Hulu lainnya, Yanto SP, kronologis permasalahan di PT KAA perlu dibuat secara tertulis, sejak awal permasalahan dengan masyarakat. Itu untuk DPRD mencari solusi dan jalan keluar.

“DPRD memang berkewajiban menindaklanjut ini sesegera mungkin,” tuturnya.

Sitim Harjo, Anggota Komisi B DPRD Kapuas Hulu lainnya menyatakan hal serupa. Menurut Sitim itu penting untuk meperjuangkan kehendak masyarakat.

“Namun yang eksekusi terhadap perusahaan bukan DPRD, itu adalah Pemerintah, seperti pencabutan HGU itu ada proses,” ujarnya.

Sitim juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penyitaan aset perusahaan. Sebab itu akan menjadi permasalahan baru dalam masyarakat.

“Jangan nanti justru masyarakat jadi korban lagi, dilaporkan perampasan aset,” tegasnya.

Ketua DPRD Kapuas Hulu, Rajuliansyah, menegaskan, lembaganya komitmen terus mengawal permasalahan PT KAA ini.

“Saya akan perintahkan Komisi B untuk menindaklanjuti permasalahan ini, walau sampai ke Jakarta, kita harus tetap kejar terus. Saya juga minta masyarakat yang bermasalah harus terus berkomunikasi dengan dewan, terutama untuk memenuhi data-data yang diperlukan,” pesannya.

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi, menilai masyarakat Badau dan Batang Lupar yang kurang puas terhadap perkebunan PT KAA bisa memunculkan suatu tindakan. Permasalah sawit ini sudah terpetakan oleh Polres Kapuas Hulu.

“Situasi yang tidak kondusif tentu jadi tanggungjawab kami, namun DPRD sudah mewadahi masyarakat, jadi kami terbantu,” ungkapnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan mengawal masalah tersebut, sebab permasalah berbanding lurus dengan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Akan tetapi saya berharap masyarakat juga perlu percayakan ke dewan. Supaya ada penyelesaian,” tegasnya.

(Yohanes/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY