Polres Kapuas Hulu Gagalkan Bisnis Ilegal Produk Malaysia

Polres Kapuas Hulu Gagalkan Bisnis Ilegal Produk Malaysia

64
BERBAGI
Foto: Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi menunjukan barang Ilegal asal Malaysia yang rerhasil diamakan Satgas Pangan Polres Kapuas Hulu dari upaya penyelundupan melalui jalur sawit yang menghubungkan cecamatan Badau-Silat Hilir/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pelaku bisnis pruduk ilegal Malaysia, lintas kabupaten di Kalimantan Barat menilik Kapuas Hulu sebagai jalur strategis. Mereka memanfaatkan jalur perkebunan kelapa sawit dari Kecamatan Badau tembus kecamatan Silat Hilir, untuk jalur penyelundupan barang ilegal tersebut.

Namun, hal ini telah terendus Satgas Pangan Polres Kapuas Hulu, dan beberapa pelaku bisnis itu pun berhasil diamankan.

“Satgas Pangan kami sudah memetakan kerawanan produk ilegal dari negara tetangga (Malaysia). Ini bukan lagi sesuai Sosek Malindo tapi sudah jadi bisnis barang ilegal lintas kabupaten,” ujar AKBP Imam Riyadi, Kapolres Kapuas Hulu, Kamis (15/6).

Satgas Pangan berhasil mengamankan produk pangan ilegal dari Yermia dan Wasono. Keduanya tertangkap pada 9 Juni dan 30 Mei 2017 dengan tempat Kejadian Perkaranya kecamatan Silat Hilir.

“Mereka diamankan berikut beras 10 karung, gula 100 kg, telur 10 ikat, ada pula tepung dan susu. Untuk telur sudah dimusnahkan,” papar Imam.

Tersangka Yermia dan Wasono adalah warga kabupaten Sintang. Modusnya, barang ilegal Malaysia itu dimasukan ke wilayah Kapuas Hulu dan baru diangkut ke kabupaten lain.

“Barang ilegal itu diangkut dengan mobil-mobil kecil dari Malaysia ke Badau, Kapuas Hulu, baru mereka angkut,” ujarnya.

Terhadap keduanya dikenakan Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara denda Rp 2 Milyar. Atau Undang-undang no 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana 2 tahun dan denda Rp4 Milyar.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY