Tagih Konsumen 14 Juta, PLN Mengaku Lalai

Tagih Konsumen 14 Juta, PLN Mengaku Lalai

240
BERBAGI
Foto : Kantor PLN Ranting Sekadau/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – PLN Ranting Sekadau dituding telah lalai dan tidak melakukan pencatatan terhadap KWH komsumen, sehingga setelah dihitung kembali ternyata uang tagihan yang tiap bulan dibayar oleh konsumen kurang alias tekor, sehingga PLN harus menagih kembali dengan jumlah yang tidak sedikit, yakni 14 juta. Hal ini terjadi pada konsumen atas nama PT Suryadeli.

“Kami tiap bulan bayar sesuai dengan tagihan PLN. Namun setelah beberapa tahun kami bayar tiap bulan, tiba-tiba kami disurati oleh PLN tertanggal 20 April 2017 dengan pemberitahuan kekurangan pembayaran sebanyak 12.013 KWH  sebesar Rp.14.563.510 namun dalam nota tagihan tersebut PLN tidak mencantumkan harga per KWH, hanya ditulis jumlah KWH dan jumlah uang yang harus dibayar,” kata Sarmin salah seorang pegawai PT Suryadeli kepada media ini, Kamis (15/6).

Setelah itu, lanjut Sarmin, PT Suryadeli tidak merasa menunggak atau kurang pembayaran setiap bulan, karena setiap bulan pihaknya membayar sesuai dengan tagihan PLN, tidak kurang tidak lebih, bahkan jika terlambat membayar satu hari dari tanggal yang ditentukan yakni setiap tanggal 20, pasti didenda sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Yang kami tidak terima tiba-tiba kami disuruh bayar tunggakan atau kekurangan dari bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan April 2017 yakni 19 bulan dengan jumlah dana Rp 14 juta, padahal kalaupun ada kekurangan pembayaran kami tidak tahu siapa yang mencatat pemakaian kami, yang jelas tiap bulan kami bayar sesuai aturan dan tagihan PLN,” beber Sarmin.

Yang jelas sambung Sarmin lagi, kalaupun ada kesalahan itu kesalahan PLN, kenapa petugas mereka tidak mengecek pemakaian setiap bulan, sebagai pihak yang tiap bulan membayar sesuai tagihan dirinya merasa tidak terima.

“Yang lebih sadis lagi apa yang dilakukan PLN, pada bulan Juni tanggal 7-2017 pihak PLN kembali menyurati PT Suryadeli pemberitahuan pemutusan sambungan Listrik,” terang Sarmin.

Ketika dikonfirmasi kepada Manager PLN Ranting Sekadau, Rizki Ramdan Yusup, ia membenarkan, bahwa ada kekurangan pembayaran tersebut, hanya ia tidak menjelaskan secara rinci kenapa kelalaian tersebut bisa terjadi oleh Manajemen PLN Ranting Sekadau.

“Saya sedang berada di luar, kalau mau lebih detail lagi hubungi staf di kantor dengan nama Sukwandi,” kilahnya

Sehari sebelumnya, awak media ini mendatangi PLN dan menemui orang yang disebut manajer tersebut, ia tidak bisa menjelaskan secara detail. Namun ia mengakui bahwa itu kelalain pihak PLN.

“Tunggu Pak Rizki saja agar lebih jelas,” ujarnya.

(Yahya/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY