Banyak Calo’ Berkeliaran di Kantor Imigrasi Pontianak

Banyak Calo’ Berkeliaran di Kantor Imigrasi Pontianak

131
BERBAGI
Foto: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Husni Thamrin/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Husni Thamrin mengatakan calo yang dikeluhkan masyarakat bukan bagian dari sistem pelayanan yang ada di kantor Imigrasi.

“Itu murni oknum-oknum dari luar yang mengambil kesempatan  dari pelayanan,” katanya saat dimintai konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (16/6).

Ia mengaku mengetahui adanya calo yang menjual nomor antrean kepada pemohon paspor. Bahkan dirinya mengaku sudah menegur oknum calo tersebut ketika beroperasi di sana.

“Mereka (calo) jawab saya inikan diluar wilayah bapak, ini wilayah  umum kalau didalam pagar baru wilayah bapak. Saya loncat pagar saya bisa dipidana, saya kan diluar, maka kami tidak menyangkut kantor bapak,” kata Husni menirukan ucapan calo.

Terkait hal tersebut Ia mengaku telah berkordinasi ke pihak kepolisian untuk menindak oknum-oknum calo itu, agar tak lagi merugikan masyarakat yang mengurus dokumen di kantor Imigrasi.

“Yang saya dengar oknum  yang menjual antrean nomor dan sebagainya, kami dari Imigrasi sama sekali tidak ada menjual hal tersebut. Kami tidak ada melakukan itu, kami hanya membuka loket pelayanan siapa yang berdiri didepan, maka dialah yang terutama dilayani,” ucapnya.

Ia menambahkan, lantaran masih menggunakan sistem manual, kemampuan pelayanan kantornya dalam sehari hanya bisa melayani 150 pemohon. Sementara pada bulan Ramadan pihaknya pangkas menjadi 120 lantaran adanya pengurangan jam operasional.

“Bulan puasa ini jam kerja dibuka mulai dari jam 08.00 WIB hingga jam 15.00 WIB, sedangkan peminat pembuatan paspor semakin meningkat, karena akan menghadapi libur panjang,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut Husni meminta maaf kepada masyarakat karena pihaknya tidak sanggup melayani lebih dari 120 pemohon paspor pada Bulan Ramadan ini.

“Kalau semuanya dimasukan maka semua bisa pulang kerja sampai jam 6 sore bahkan lebih,” tambahnya.

Untuk hari-hari selanjutnya, pihaknya telah meminta pihak kepolisian untuk menjaga antrean pada pagar, dan loket pelayan untuk memastikan kantor Imigrasi bersih dari praktek calo.

“Ini komplain masyarakat bahwa ada joki, maka itu silakan dilaporkan pada kami, karena kami tidak pernah menyuruh. Saya juga sudah koordinasi dengan polisi dan hari berikutnya akan dijaga oleh polisi sehingga tidak ada joki lagi,” sebut dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tak memakai jasa calo, jika hal tersebut masih digunakan maka praktek itu akan sulit dihilangkan.

“Saya minta juga calo joki untuk bubar, jangan ada lagi mengambil kesempatan, mengambil keuntungan di sini,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY