Ini Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya

Ini Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya

BERBAGI
Foto: Laboratory Information Service Prodia, Natalia Manurung/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura bekerjasama dengan Laboratorium Prodia dan BPJS Kesehatan mengadakan Screening Kanker Serviks gratis di Rumah Sakit Untan pada Jumat (16/6).

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah ataupun mengurangi resiko kanker serviks dengan melakukan pemeriksaan sel yang ada di mulut rahim atau biasa disebut dengan Pap Smear. Penyakit ini beberapa waktu lalu menjadi pembicaraan publik karena menyerang salah satu selebriti ternama tanah air, Julia Perez hingga membuatnya meregang nyawa.

Laboratory Information Service Prodia, Natalia Manurung, berbagi informasi kepada thetanjungpuratimes tentang apa itu kanker serviks dan bagaimana cara pencegahannya.

“Jadi penyebab kanker serviks itu ada yang namanya virus Human Papilloma Virus atau HPV. Virus ini juga banyak tipenya yaitu Hi-Risk dan Low-Risk. Tipe High itu yang berbahaya adalah tipe 16 dan 18. Inilah yang bisa menyebabkan kanker seehingga kita perlu melakukan pemeriksaan virusnya yang disebut dengan HPV DNA,” kata Natalia.

Pemeriksaan ini, lanjutnya, dilakukan agar wanita dapat mengetahui apakah mereka memiliki virus yang beresiko tinggi, atau tidak sehingga tidak cukup dengan hanya melakukan Pap Smear saja.

“Memang benar sebaiknya dilakukan Pap Smear, tapi itu hanya untuk melihat selnya saja. Kan kita tidak tahu virusnya ada tau tidak sehingga diperlukan untuk melakukan pemeriksaan virus dengan HPV DNA,” sebutnya.

Natalia menyebutkan jika kanker serviks ini termasuk jenis penyakit silent killer, karena untuk gejala awal tidak ada tanda yang muncul sampai kita memyadarinya setelah ada keluhan. Misalnya ada pendarahan pada saat berhubungan, ia menyarankan untuk wanita tersebut segera memeriksakan diri.

“Tapi memang untuk awal itu tidak ada tanda-tanda sehingga perlu dilakukan Pap Smear wajib setahun sekali,” ujarnya.

Lalu bagaimana seseorang bisa teejangkit HPV? Dara cantik ini menjelaskan kemungkinan paling besar hal tersebut didapatkan dari hubungan seksual yang bergonta-ganti pasangan. Namun ia juga tidak menutup kemungkinan virus tersebut bisa menular dari hal yang sepele.

“Misalnya dari handuk di hotel yang tidak di cuci bersih, bisa juga di kolam renang atau tempat-tempat umum yang dipakai secara bersamaan. Itu kemungkinan kecil, tapi yang paling besar itu dari hubungan seksual yang gonta-ganti pasangan,” imbuhnya.

Natalia juga menyarankan bagi remaja putri yang harfiahnya belum melakukan hubungan seksual untuk melakukan pencegahan dengan cara menyuntikkan vaksin HPV. Penyuntikan vaksin ini nantinya akan dilakukan sebanyak 3 kali secara teratur dan bertahap.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR