Kini Para Astronot Punya Makanan Baru, Roti Bebas ‘Keringat’

Kini Para Astronot Punya Makanan Baru, Roti Bebas ‘Keringat’

40
BERBAGI
Foto : Seorang astronot di permukaan bulan. [Flickr/Project Apollo Archive]

Thetanjungpuratimes.com – Astronot yang berada di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional bisa segera bisa membuat roti sendiri, berkat pengembangan campuran adonan baru.

Roti adalah makanan pokok di Bumi, tapi bisa mengancam kehidupan di luar angkasa. Pasalnya, remah-remah yang ditimbulkan dari roti bisa terbang ke mana-mana dan masuk ke panel listrik, dan memicu api.

Akibatnya, astronot di atas kapal ISS dipaksa mengganti roti dengan pembungkus tortilla.

Sebuah perusahaan Jerman bernama Bake in Space telah mengembangkan campuran adonan dan proses pembuatan kue yang diklaimnya menghasilkan roti bebas dari keringat.

Tantangan terbesarnya adalah menciptakan roti yang tidak hanya keras dan kenyal sehingga tetap utuh, tapi juga enak, Florian Stukenborg dari TTZ Bremerhaven mengatakan kepada New Scientist.

Desain oven juga penting karena listrik di dalam kapal ISS terbatas. Oven yang digunakan harus berdaya 250 watt, sepersepuluh dari daya yang digunakan oleh oven di Bumi.

Salah satu solusinya, pembuatan roti vakum. Melibatkan penurunan tekanan di dalam oven, sehingga roti dipanggang pada suhu lebih rendah.

“Menurut ahli baking kami, prosesnya juga akan membuat roti gulung lebih empuk,” kata Matthias Boehme di OHB System AG, mitra lain Bake in Space.

Proses baking akan diuji coba di ISS selama misi Horizon Badan Antariksa Eropa pada bulan April 2018.

Panggang di Luar Angkasa akan mengendalikan keseluruhan proses pembuatan kue melalui umpan video dari dalam oven dan berencana melakukan percobaan dengan penghuni pertama.

Jennifer Levasseur dari Smithsonian National Air and Space Museum mengatakan bahwa roti bisa menjadi alternatif makanan di antariksa.

“Kenyamanan rumah, seperti bau roti panggang segar, bisa memberi energi pada astronot secara fisik dan psikologis,” katanya.

Ini bukan usaha pertama untuk menghasilkan makanan segar di luar angkasa. Pada tahun 2015, astronot di atas kapal ISS berhasil menanam selada di dalam kapsul pertumbuhan tanaman yang dirancang khusus.

NASA berharap agar memproduksi makanan segar di pesawat ruang angkasa akan menjadi bagian penting dari misi berawak yang lebih lama ke luar angkasa.

(Mirror/Suara.com/dsdespi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY