Warga Keluhkan Calo Berkeliaran di Kantor Imigrasi Klas I Pontianak

Warga Keluhkan Calo Berkeliaran di Kantor Imigrasi Klas I Pontianak

BERBAGI
Foto : Suasana antrean di pagar depan Kantor Imigrasi Klas I Pontianak saat pagi hari/Ist

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Praktik Pungutan Liar (Pungli) ternyata masih tumbuh subur di Kota Pontianak, hal tersebut dibuktikan dengan keluhan warga yang mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Klas I Pontianak yang beralamat di Jalan Sutoyo Kecamatan Pontianak Selatan.

Wanita berinisal N (28) ini mengaku kesal dengan banyaknya calo yang “berkeliaran” di kantor yang menjadi tujuan masyarakat ketika mengurus dokumen guna berangkat ke luar negeri ini. Parahnya lagi ia menduka para calo tersebut terkesan dibiarkan oleh petugas resmi pelayanan dari kantor imigrasi itu.

“Saya datang ke imigrasi untuk buat paspor pukul 06.00 pagi, kata orang yang ada di sana  nomor antrean sudah habis, saya tidak langsung percaya dong, saya tunggu sampai pukul 07.00, eh ternyata ada warga lain yang datang setelah saya, dan dia malah mendapatkan nomor antrean,” ujar N kepada thetanjungpuratimes.com, Jumat (16/6).

Setelah itu, ia mengatakan, dirinya sempat ditawari oleh seorang oknum untuk mendapatkan nomor antrean dengan syarat membayar Rp50 ribu untuk satu tiket. Merasa tak mau dirugikan dengan praktek pungli tersebut, ia pun langsung menolak tawaran dari oknum yang menawarkan jasa itu.

“Saya langsung ngotot dong, masa’ yang lain bisa dapat tiket sedangkan tibanya lebih siang dari saya,” aku warga Kecamatan Pontianak Utara ini.

Ia pun mengaku sempat terjadi perdebatan panjang di depan pagar kantor imigrasi tersebut. Setelah dirinya mengancam untuk melaporkan praktik yang melanggar hukum itu, akhirnya oknum tersebut mempersilahkan masuk untuk mendapatkan pelayanan dari kantor imigrasi. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, imigrasi hanya menjatah 120 antrean dalam satu hari pelayanan.

“Setelah melewati calo, ternyata bagus pelayanan dari imigrasi, hanya calonya saja yang mempersulit kita sebagai masyarakat umum untuk mendapatkan pelayanan, apalagi masyarakat yang tergolong lemah, dan mau apa kata mereka (calo), kan masyarakat sendiri yang dirugikan, apalagi saat ini pemerintah kita tengah gencar-gencarnya menghapus praktek pungli,” tutur alumni Universitas Tanjungpura ini.

Ia berharap agar pihak imigrasi bisa lebih tegas terhadap para calo yang hanya bisa merugikan masyarakat tersebut. Jika hal itu tetap diacuhkan, praktik pungli tak akan bisa hilang di pusat-pusat  kantor pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Ya mudah-mudahan imigrasi bisa lah tegas agar calo di sana tak lagi ada, jadinya kan masyarakat bisa lebih nyaman dalam menerima pelayanan, dimana komitmen pemerintah selama ini untuk memberantas pungli, jangan hanya seremoni belaka, kita harus sama-sama melawan praktik pungli,” pungkas dia.

Terkait keluhan masyarakat tersebut, sampai saat ini thetanjungpuratimes.com masih berusaha mengkonfirmasi pihak Imigrasi Klas I Pontianak.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR