Cara Daur Ulang Baterai Motor Listrik Harus Mulai Dipikirkan

Cara Daur Ulang Baterai Motor Listrik Harus Mulai Dipikirkan

37
BERBAGI
Foto : Smartscooter, sepeda motor listrik pertama di dunia dengan teknologi baterai bongkar pasang (Gogoro.com)

Thetanjungpuratimes.com –¬†Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengingatkan bahwa pemerintah dan pabrikan harus mulai memikirkan cara mendaur ulang baterai sepeda motor listrik. Jika tidak, saat penjualan motor listrik semakin banyak, baterainya dapat menjadi limbah berbahaya.

Pemerintah Indonesia memang sudah menargetkan memiliki 2,1 juta ‘kuda besi’ listrik pada 2025. Saat ini, pasar sepeda motor Tanah Air pun sudah mempunyai dua merek roda dua bertenaga listrik murni, yaitu Viar dan Gesits.

Viar sudah resmi menjual produk perdana mereka, Q1, sejak awal Juni dengan harga Rp16,2 juta on the road Jakarta. Sementara itu, Gesits baru memperlihatkan prototipe produk mereka, membuka pemesanan, dan baru mulai menjualnya awal 2018 dengan harga di bawah Rp20 juta.

Ketua Umum AISI Johannes Loman mewanti-wanti agar para pihak terkait mulai mencari cara mengolah baterai ion-lithium bekas yang tak terpakai. Jika tidak, limbahnya, dalam jumlah banyak, kelak menimbulkan problem serius bagi lingkungan dan manusia.

“Kita kan selalu berpikiran motor listrik makan polusi rendah, tapi kita harus ingat bahwa baterainya juga tidak seumur hidup, harus diganti. Sebaiknya memang perlu dipikirkan juga bagaimana mendaur ulangnya, kalau tidak akan masalah,” ucapnya, saat ditemui belum lama ini di Jakarta.

Detail mengenai regulasi, keamanan, dan infrastruktur pengisian daya juga mesti dibuat dengan seksama agar perkembangan motor listrik dapat berjalan maksimal.

“Saya melihat bahwa teknologi motor listrik ke depannya akan semakin baik, semakin terjangkau. Cuma saat ini masih terus dikembangkan,” ujar Johannes.

AISI sendiri melihat bahwa untuk pasar Indonesia, motor listrik lebih akan menjadi pelengkap dari motor konvensional alih-alih menggantikannya. Motor listrik menjadi moda transportasi jarak pendek, sementara motor konvensional tetap digunakan untuk jarak jauh.

“Saya yakin (motor listrik) di kota-kota besar akan jadi pelengkap di dalam siklus pengangkutan,” katanya.

(Suara.com/dsdspi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY