92 Pasang di Kubu Raya Lakukan Pencatatan Perkawinan Massal

92 Pasang di Kubu Raya Lakukan Pencatatan Perkawinan Massal

BERBAGI
Foto: Bupati Kubu Raya, Rusman Alisaat menyerahkan akte pernikahan kepada salah satu pasangan/Istimewa

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, melakukan pelayanan Pencatatan Perkawinan Kolektif untuk 39 pasang Umat Buddha dan 53 pasang Ummat Katolik, Rabu(12/7) pagi di aula kantor Bupati Kubu Raya.

Kegiatan tersebut sebagai upaya Pemerintah kabupaten Kubu Raya memberikan legalitas terhadap perkawinan warga yang dilaksankan secara adat istiadat maupun agama.

Bupati Kubu Raya Rusman Ali mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan melakukan pencatatan pernikahan secara kolektif terhadap warga yang beragama Buddha, dan Khatolik yang sudah melangsungkan pernikahan secara adat maupun secara agama, namun pernihakan tersebut juga harus dicatat oleh Disdukcapil sebagai bukti bagi legalitas pernikahan secara hukum.

“Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kubu Raya dalam memberikan pelayanan, dan menjamin masyarakat Kubu Raya patuh dan tercatat dalam catatan sipil agar semua pernikahan masyarakat, khususnya di luar pernikahan agama Islam tercatat dengan baik, dan sah secara hukum dan secara agama. Kita ingin menjamin masyarakat kita secara hukum administratif,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu menjadi penting karena tanpa pernikahan yang tercatat secara hukum dan tercatat dalam lembaran catatan sipil akan memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi lainya.

“Ini juga sekaligus sebagai jaminan bagi kelangsungan hidup anak-anak mereka nantinya,” tuturnya.

Rusman Ali mencontohkan misalnya untuk mendapatkan akte kelahiran anak, harus dilengkapi dengan surat nikah. Demikian juga dalam melakukan pencatatan dan penerbitan kartu kerluarga atau KK baru juga harus melampirkan buku nikah yang sah secara hukum dan agama.

“Upaya ini melakukan pencatatan pernikahan tersebut juga sekaligus untuk menjamin perlindungan dan masa depan anak-anak yang lahir dari perkawinan orang tua,” ucapnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kubu Raya Adriansyah menegaskan, kegiatan tersebut terlaksana juga berkat kerjasama dengan pengurus vihara, dan gereja yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Binmas Agama Budha dan Katolik di Kementerian Agama kabupaten Kubu Raya.

“Asalkan persyaratanya lengkap maka akan kami layani,” ungkapnya.

Dirinya mengharapkan agar ke depan pengurus-pengurus Vihara dan gereja yang telah melakukan pernikahan jemaahnya secara adat, dan secara agama Buddha maupun agama lainya dapat dengan cepat melakukan koordinasi, dan melaporkan pernikahannya di Dinas kependudukan dan pencatatan Sipil Kubu Raya demi kelangsungan dan keabsahan pernikahan serta legalitas secara hukum.

(Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR