Usulkan TNBKDS Dapat Pengakuan dari UNESCO

Usulkan TNBKDS Dapat Pengakuan dari UNESCO

BERBAGI
Foto: Sosialisasi Cagar Biosfer yang membahas rencana untuk mengusulkan TNBKDS untuk mendapat pengakuan cagar Biosfer dari UNESCO/Istimewa

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama pihak-pihak terkait lainnya, tengah berupaya mengusulkan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) untuk mendapat pengakuan dari UNESCO. Kedua destenasi utama di kabupaten ujung timur Kalimantan Barat tersebut diusulkan menjadi Cagar Biosfer.

Asisten III Setda Kapuas Hulu Drs. H. M, Yusuf, MM pada mengatakan, Man and Biosfer UNESCO Indonesia akan membahas mengenai rencana untuk mengusulkan Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu sebagai nominasi kawasan Cagar Biosfer. Rencana usulan tersebut akan dipaparkan langsung oleh Prof. Purwanto dari Man and Biosfer UNESCO dalam acara sosialisasi itu nanti.

Cagar Biosfer sendiri merupakan suatu pengakuan secara internasional dari badan dunia UNESCO, bahwa suatu kawasan telah dikelola dan dimanfaatkan secara lestari.

Saat ini di Indonesia terdapat 11 Cagar Biosfer dan dari berbagai pengalaman, pengakuan tersebut dapat meningkatkan citra suatu kawasan serta mampu menjadi materi promosi terutama sektor pariwisata.

“Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, diantaranya adalah manfaat secara ekologi, keuntungan ekonomi serta manfaat sosial budaya,” kata Yusuf dalam kegiatan sosialisasi Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kantor Balai Besar TNBKDS, Rabu (19/7).

Sebagai unsur Pemda Kapuas Hulu, Yusuf menyambut baik dan mengapresiasi atas pengusulan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai nominasi Cagar Biosfer. Sebab itu informasi selengkap lengkapnya mengenai Cagar Biosfer harus didapatkan, kemudian semua pihak harus turut mendukung pengusulan ini dengan menyediakan data-data yang diperlukan.

Yusuf berharap dengan adanya pengakuan secara internasional, Kapuas Hulu menjadi lebih dikenal dan lebih maju

“Dengan memakai branding Cagar Biosfer dalam setiap produk – produk yang dihasilkan terutama sektor pariwisata,” ucapnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR