300 Pelajar Antusias Ikut Sosialisasi Internet Sehat

300 Pelajar Antusias Ikut Sosialisasi Internet Sehat

BERBAGI
Foto: Sosialisasi para pelajar tampak antusias mengikuti internet Sehat di Kecamatan Semitau/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Hulu mengadakan sosialisasi internet sehat untuk anak sekolah di kecamatan Semitau, Jumat (21/7). Sebanyak 300an orang pelajar di kecamatan Semitau, Suhaid dan Seberuang ikut kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan, D William, mengatakan bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk menjadi pembelajaran dalam upaya mencari informasi, data, gambar dan sarana hiburan.

Kemudian untuk memberikan acuan bagi pelajar dan masyarakat terhadap pemahaman situs internet bermuatan negatif, serta melindungi kepentingan umum dari konten internet yang berpotensi merugikan.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar dan masyarakat agar tidak terjerumus dalam sisi negatif penggunaan internet, supaya informasi yang kita akses benar-benar mampu memberikan nilai tambah dan manfaat bagi kita,” kata William.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Hulu, H Sarbani, SE, MAP, mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi semakin terbuka, cepat dan mudah didapat dari Internet.

“Pembelajaran yang aktual dan menarik juga bisa dengan mudah diakses melalui internet,” kata Sarbani.

Menurut data statistic, kata Sarbani, pengguna internet Indonesia tahun 2017 berjumlah 132,7 juta orang, dengan rincian pengguna usia 10 – 24 tahun sebanyak 75,5 %; usia 25 -35 tahun sebanyak 75,8 %; usia 45 – 54 tahun sebanyak 17,2 %; dan usia 55 tahun ke atas sebanyak 2 %.

Ini menunjukkan betapa banyaknya pengguna internet di usia 10 – 34 tahun. Bagi para remaja, pengaruh konten gambar pornografi, perjudian, penipuan, pelecehan, pencemaran nama baik, berita bohong dan penyalahgunaan jejaring sosial melalui internet tentu memberi dampak negatif.

“Saya berharap kepada orang tua dan dewan guru untuk berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak, pelajar dan juga keluarga di dunia maya,” tegasnya.

Sarbani menambahkan Kementerian Kominfo Republik Indonesia sendiri sejak tahun 2009 telah melakukan gerak internet sehat dan aman. Gereakan ini untuk membentuk etika ber-internet yang baik di masyarakat.

“Peraturan Menteri Kominfo RI Nomor 19 tahun 2014 tentang penanganan situs internet bermuatan negatif, dapat menjadi acuan bagi masyarakat, remaja, dan pelajar dalam pemahaman situs internet bermuatan negatif,” terang Sarbani.

Kadis Kominfo Kapuas Hulu ini juga mengingatkan agar anak-anak tidak memberikan informasi atau data pribadi secara mendetail di media sosial. Hindari pula mencantumkan nomor ponsel dan data pribadi orang tua.

“Jangan pula sembarangan mengunggah foto atau video pribadi maupun orang lain yang melanggar etika atau norma kesusilaan,” ucap Sarbani.

Masyarakat juga harus tanggap melihat perubahan prilaku anak dan remaja  yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan internet, jangan sampai mereka menjadi korban kecanduan game on line atau menyimpan video yang tidak layak dikonsumsi oleh anak dan remaja.

“Tetapi yang lebih penting adalah membentengi anggota keluarga dengan  nilai-nilai agama sebagai bekal atau tameng dalam menghadapi godaan atau kejahatan yang mengintai di dunia maya,” tutup Sarbani.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR