Dosen Fakultas Kehutanan Untan Temukan Obat Diabetes dan Anti Radang

Dosen Fakultas Kehutanan Untan Temukan Obat Diabetes dan Anti Radang

BERBAGI
Foto: Dr. Fathul Yusro, Dr. Yeni Mariani bersama dekanat Fakultas Kehutanan serta Rektor universitas Tanjungpura /Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) meneliti 15 tanaman obat dari Kalimantan Barat sebagai obat anti diabetes, dan anti radang pada sel epitel sebagain obat anti bakteri.

Kedua dosen Kehutanan yang baru lulus S3 ini adalah Dr. Fathul Yusro, S.Hut, M.Si. dan Dr. Yeni Mariani, S.Hut, M.Sc. Keduanya dinyatakan lulus ujian Program Doktor Kuroshio Science di Kochi University Jepang 23 Juli 2017.

Turut pula hadir dalam ujian tersebut Dekan Fakultas Kehutanan Dr. Gusti Hardiansyah, dan Wakil Dekan 1 Dr. Farah Diba serta turut hadir Rektor universitas Tanjungpura Prof. Dr. Thamrin Usman.

Penelitian Dr. Fathul Yusro berjudul Evaluation of anti-diabetic effec and anti inflammatory effect on intestinal efithelial Cells of folk medicine in west Kalimantan.

Tujuan penelitian untuk melakukan ekstraksi kulit kayu dan diuji sebagai anti diabetes, dan anti radang pada sel epitel di usus manusia

15 tanaman itu hanya bagian dari kulit kayu yang digunakan. Bahan tersebut berasal dari Putussibau Utara dan Meliau Kalbar

“15 tanaman obat ini berasal daril Kalimantan khususnya Kalbar, Kita hanya gunakan kulitnya saja” kata Fathul Yusro, Selasa (25/7).

Dijelaskan Fathul Yusro kulit kayu diekstrak dengan metanol, pengujian anti diabetes dengan media uji tikus yaitu leptin receptor deficient db/db mouse.

Hasilnya 15 ekstrak kulit kayu memiliki aktivitas sebagai bahan anti diabetes. Ekstrak juga diujikan ke sel NIH3T3 dan C57BL/6J, hasilnya tanaman Parkia speciosa dan Durio dulcisĀ  yang paling baik sebagai bahan anti diabetes dan anti radang pada sel epitel

Tidak jauh beda dengan penelitian yng dilakukan Yeni Mariani. Dirinya juga mengunakan 15 tumbuhan yang digunakan Fathul Yusro.

Penelitian Dr. Yeni berkaitan dengan Evaluasi Efek anti radang dari tanaman obat Kalimantan Barat. Bahan diperoleh dari kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang dari kampung suku Dayak Uud Danum.

Penelitian dengan judul Evaluation of anti-inflammatory effects of folk medicine of west Kalimantan.

Dijelaskan Yeni Mariani saat ujian penelitian bertujuan diantaranya untuk dokumentasi kearifan lokal dari suku Dayak Uud Danum dalam menggunakan tanaman obat dari hutan di sekitar desanya, kedua, Analisis toksisitas bahan dari ekstrak metanol tanaman yang biasa digunakan oleh suku dayak uud danum untuk mengatasi sakit demam dan radang dan ketiga, Analysis sifat anti allergy dari ekstrak metanol tanaman yang digunakan suku Dayak uud danum.

Kedua dosen yang baru bergelar Doktor ini selain menggunakan tanaman yang sama dalam penelitiannya, mereka juga memiliki dosen pembimbing yang sama yaitu Dr. Akira Tominaga, Dr. Yushiaki Liguni, Dr. Sota Tanaka dan Dr. Motoki Higa.

15 tumbuhan Kalimantan barat yang digunakan Fathul Yusro dan Yeni Mariani yaitu Pentaspadon motleyi, Mangifera Foetida, Mangifera Pajang, Dracon tomelon dao, parkia intermedia, parkia timoriana, parkia dpeciosa, Parkia Sp, Durio Kutejensis, Durio Kutejensis, Baccauera angulata, Baccauera Costulata, Garcinia Parvifolata, Dacryodes rostrata, Willunghbera angustifolia, dan Goniothalamus tapis.

Oleh : Yusril Lapmi Pontianak

(R/Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR