20 Hektare Lahan di Kabupaten Ketapang Terbakar

20 Hektare Lahan di Kabupaten Ketapang Terbakar

BERBAGI
Foto : Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Ketapang tahun lalu/Ras

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Ketapang, Nur Alim, mengatakan, selama bulan Juli sudah terbakar sekitar 20 hektare lahan di Kabupaten Ketapang.

“Untuk saat ini ada dua titik hotspot yang nyata, yaitu ada di Desa Sungai Laur dan Manis Mata, untuk daerah lain belum ada titik api atau pun hotspot yang ada,” ungkapnya.

“Kalau masalah kerawanan, Ketapang itu sangat mungkin terjadinya kebakaran kawasan hutan lahan dan gambut, tinggal bagaimana kesiapannya saja, serta kematangan tim dari BPBD, Manggala Agni dan Satpol PP yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah, atau bantuan pihak ketiga yang ada di perusahaan,” lanjutnya.

Nur Alim meminta apabila adanya laporan dari masyarakat, maka tim yang ada langsung dipersiapkan di tingkat posko yang ada, seperti di Polsek atau di Koramil terdekat supaya mudah dalam melaksanakan proses penanganannya.

“Masing-masing Desa sudah dilatih dan disiapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang diberi nama MPA (Masyarakat Peduli Api ) dan sudah dibekali ilmu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Juga sudah disiapsiagakan, serta ada badan kebakaran milik swasta atau pun milik perkebunan. Juga sudah difasilitasi, diatur jadwal piketnya, secara teori Kabupaten Ketapang sudah siap untuk memadamkan  kebakaran hutan dan lahan gambut, kalau terjadi kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ketapang, H Sumiransyah, menjelaskan, bahwa diperkirakan dari bulan Juli tanggal 20 sampai bulan Oktober, sangat rawan kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang.

Ia mengatakan, bahwa wilayah Ketapang dan sekitarnya masih rawan kebakaran, karena peluang kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Ketapang masih adanya lahan gambut serta pembukaan ladang berpindah saat ini, serta masih kurangnya pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat di pedalaman. Apalagi sudah menjadi suatu tradisi masyarakat pedalaman dalam membuka ladang, dengan menebang pohon dan membakar lahan pertanian serta berpindah-pindah.

“Masalah kebakaran yang ada di Kecamatan Manis Mata dan Kecamatan Laur itu sudah ditangani oleh Manggala Agni dan BPBD dan TNI, serta Polres dan Polsek Ketapang, namun yang dipadamkan hanya berkisaran tujuh  hektar saja, dari luas kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kecamatan Laur dan Manis Mata di perkirakan sekitar 20 hektar dan sisanya padam secara alami,” ujarnya.

Menurutnya, titik api yang ada di Kabupaten Ketapang sangat sulit ditangani, karena alat yang kurang mendukung serta titik api yang tersebar merupakan di lahan gambut atau hutan primer, sehingga mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan.

(Ras/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR