Kementerian LH dan Kehutanan: Kasus Karhutla Sejak 2015 Sampai Sekarang Turun Drastis

Kementerian LH dan Kehutanan: Kasus Karhutla Sejak 2015 Sampai Sekarang Turun Drastis

BERBAGI
Foto: Raffles B Panjaitan (Kiri) Kapolda (tengah) dan perwakilan BNPB saat berada di Mapolda Kalbar/Supardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan suatu peristiwa yang asing lagi di mata. Kabut asap sebagai akibat dari kebakaran lahan sudah seperti agenda tahunan. Oleh sebab itu, Karhutla menjadi perhatian penting oleh Pemerintah Indonesia.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ir. Raffles Brotestes Panjaitan mengatakan jumlah kebakaran hutan dan lahan sejak tahun 2015 sampai sekarang terjadi perubahan yang sangat drastis, baik dari jumlah hotspot maupun luas kebakaran.

“Pada 2015 terhitung 2,6 juta hektar lahan terbakar, 2016 terhitung menurun menjadi 438.290 hektar, sebanyak 82 persen menurun, menuju 2017, baru 20.000 hektar seluruh Indonesia, terbagi merata ke seluruh provinsi, turun sampai 95 persen, kita mengharapkan ini dipertahankan. Kami meminta dukungan semua pihak, masyarakat dan pers saling membantu,” katanya, Senin (31/7) siang di Polda Kalbar.

Rafles Panjaitan mengatakan, untuk penanggulangan kebakaran sudah ada grand design di Jakarta, sesuai arahan presiden bahwa yang diprioritaskan berupa pencegahan.

“Pencegahan ini aktifitasnya berupa penyuluhan, pendekatan ke masyarakat dan juga memadamkan api lebih cepat, terus merubah pola membuka lahan yang tidak membakar,” katanya.

Sesuai arahan presiden, sinergitas pemerintah pusat dan daerah harus ditingkatkan.

“Sudah disiapkan helikopter untuk daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau dari darat, sebanyak enam helikopter, empat Helikoter BNPB, satu Helikopter Kehutanan, dan satu Helikopter dari kepolisian,” katanya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR