Kalbar akan Ekspor Beras dan Jagung

Kalbar akan Ekspor Beras dan Jagung

BERBAGI
Foto: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Momon Rusmono/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kalimantan Barat akan melakukan ekspor beras dan jagung ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunai.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono mengatakan, ekspor tersebut merupakan upaya pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan (LPBE-WP). Kementan sendiri akan mengoptimalkan daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan.

“Kalimantan Barat merupakan daerah yang potensial. Selain Kalbar, ada lima provinsi yang letak geografisnya berada diperbatasan yang dikembangkan untuk upaya ekspor pangan ini diantaranya Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya saat berada di Pontianak, Rabu (2/8).

Di Kalbar, katanya Kementan RI akan mulai mengembangkan LPBE-WP di enam lokasi prioritas, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Landak, Sintang dan Kapuas Hulu.

Dari aspek perencanaan, Kalbar sudah lebih maju dari provinsi lain yang memiliki wilayah perbatasan. Oleh karena itu, Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud.

“Perbatasan Kalbar dilakukan dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan,” sebutnya.

Program yang akan dilakukan terdiri atas peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman melalui perbaikan/pembangunan jaringan irigasi, pemanfaatan varietas unggul, peningkatan penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terpadu dan peningkatan intensitas penyuluhan pertanian.

“Selanjutnya pembukaan lahan baru, peningkatan kualitas hasil produksi, pengurangan kehilangan hasil panen, dan peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan ekonomi petani,” terangnya.

Momon optimis, dua sampai tiga tahun kedepan target LPBE-WP dapat dicapai dengan melakukan beberapa langkah kongkret. Yakni, mengidentifikasi kebutuhan pangan dari negara tetangga, menggali potensi sumber pertumbuhan baru pangan di wilayah perbatasan, merancang program, dan kegiatan pangan di perbatasan secara komprehensif dan berkelanjutan, serta mendorong joint investment border, baik dari kalangan dalam negeri maupun dari luar negeri guna mendukung program LPBE-WP.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR