32 Ribu Hektare Lahan di Kalbar Siap untuk Ditanam Jagung

32 Ribu Hektare Lahan di Kalbar Siap untuk Ditanam Jagung

BERBAGI
Foto : Heronimus Hero, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Barat/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Barat, Heronimus Hero, mengatakan, 32 ribu hektar lahan kering yang cocok untuk budidaya jagung telah siap untuk mendukung rencana Kalbar mengekspor tanaman pangan tersebut pada tahun 2017 ini.

“Saat ini kalau di daerah perbatasan ada 6 ribu haktare lahan untuk jagung, namun secara keseluruhan di Kalbar tahun ini kita siapkan ada 32 ribu hektare lahan kering yang cocok untuk tanaman jagung,” katanya, Kamis (3/8).

Hero menyebutkan, dari sisi lahan di Kalbar sudah sangat mendukung, namun yang menjadi tantangan adalah dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih terbatas. Ia pun berharap ada dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian guna mengatasi masalah tersebut.

“Tapi sekarang strategis sekali, kita sudah ada sekitar 1.700 penyuluh di Kalbar, meski jumlah tersebut masih terbilang kurang jika dibandingkan dengan jumlah desa yang harus dibina,” sebutnya.

Untuk menyukseskan ekspor jagung ini, lanjut dia, selain dari pihak pemerintah, dukungan penanaman jagung juga datang dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita). Gempita akan mengelola lahan-lahan tidur yang tidak mampu dikelola oleh kelompok tani dengan sistem sewa atau bagi hasil.

“Jadi potensi kita ada, kemampuan kita ada, tinggal komitmen melaksanakannya. Tinggal kesiapan kabupaten untuk benar-benar fokus dan komitmen. Fasilitas ada kalau tidak dimanfaatkan, juga sayang dananya kembali,” ucapnya.

Dari hitung-hitungan yang dilakukan, Negara Malaysia membutuhkan 15 ribu ton pipilan jagung kering setiap bulan. Pihaknya sendiri akan mengembangkan jagung tersebut di daerah perbatasan.

“Kebutuhan jagung di Malaysia untuk kebutuhan ternak, industri pakan. Jadi jagung yang kita kejar, memang pilihannya untuk pakan. Kalau untuk konsumsi, itu jagung segar,” pungkasnya.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR