Korban Kebakaran Asrama Karyawan PT WBA Berharap Bantuan

Korban Kebakaran Asrama Karyawan PT WBA Berharap Bantuan

BERBAGI
Foto : Lokasi bangunan PT WBA yang terbakar/Sukardi

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kebakaran yang terjadi di asrama Karyawan PT Wana Bangun Agung (WBA), di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (2/8) tengah malam, yang menghanguskan seluruh bangunan asrama. Tak banyak yang bisa diselamatkan oleh para korban, sebagian besar mereka hanya mampu menyelamatkan diri mereka masing-masing.

“Untuk kronologis kejadian, kita belum tahu pasti  asal api dari mana, yang pastinya kejadian kurang lebih pukul setengah sebelas, kejadian api begitu saja datangnya,” kata Kepala Desa Kuala Dua, Mat Liyas.

Mat Liyas mengatakan, komplek asrama berbentuk satu bangunan memanjang dengan jumlah kamar 40 kamar. Bangunan terbuat dari kayu, sehingga membuat api bergerak dengan sangat cepat sekali, kurang lebih setengah jam, semua bangunan asrama habis terbakar.

“Karena bentuk rumah panggung, jadi hanya bersekat-sekat batas saja, kalau jumlah Kepala Keluarga kurang lebih 40 KK, untuk sementara ini sesuai data dari Pak RT, tapi kita belum tahu perkembangan, karena masih ada yang diambil dan dibawa ke rumah keluarganya,” katanya.

Mat Liyas menuturkan, saat ini korban dievakuasi ke sebuah bangunan bekas kantor PT WBA. Para karyawan eks PT WBA menunggu begitu lama uang ganti rugi dari gaji mereka yang selama ini masih dalam perjuangan dan belum terselesaikan.

“Makanya mereka menunggu sampai titik darah penghabisan, dan sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi, sementara status dari perusahaan PT WBA belum jelas, apakah nanti mereka peduli terhadap musibah ini, atau tidak, tetapi kita berharap ada kepedulian, tidak saja dari PT WBA, tapi dari semua pihak kita meminta kepedulian terhadap korban musibah kebakaran ini,” tuturnya.

“Upaya dari pemerintah desa sendiri, dari tadi malam sampailah pagi hari ini, kita tetap eksis bersama mereka, kita mendata mereka, untuk segera dilaporkan ke dinas sosial tentunya, karena banyak juga surat-surat penting mereka terbakar, dan kita juga membantu membangunkan posko dan dapur,  juga beberapa upaya kita menghimbau kepada saudara-saudara kita melalui media sosial, dan kita berharap kepada pemerintah segera turun tangan bersama-sama dalam rangka untuk membantu rekan-rekan yang terkena musibah ini,” lanjutnya.

Mat Liyas mengatakan, tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran ini, korban dengan cepat dievakuasi. Penyebab sementara belum diketahui, menurut informasi yang ada, api datangnya dari atas atap.

“Pukul dua belas malam api sudah bisa dikendalikan, dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada segenap pemadam kebakaran, dengan melakukan tindakan begitu cepat, api ini dengan mudah juga dipadamkan, ada belasan mobil pemadam kebakaran, bahkan ada yang cedera, karena laju-laju mau ke sini. Mudah-mudahan yang terkena musibah dari pihak pemadaman segera sembuh,” katanya.

Logistik untuk sementara datang dari sumbangan masyarakat dan  pemerintah desa. Belum ada kepastian dari pemilik PT WBA untuk memenuhi hak para eks karyawan PT WBA.

“Mungkin akan lama, jangka panjang, mereka akan tetap menunggu, sampai titik darah penghabisan. Setelah PT WBA kolaps, tidak membayar gaji para karyawan, sudah hampir delapan tahun lamanya,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

Foto : Korban kebakaran PT WBA mendapatkan bantuan/Sukardi
Foto : Korban kebakaran sedang memasak di bangunan bekas kantor PT WBA/Sukardi

TIDAK ADA KOMENTAR