Kemajuan Daerah Dimulai Dengan Memperbaiki Tingkat Pendidikan Masyarakat

Kemajuan Daerah Dimulai Dengan Memperbaiki Tingkat Pendidikan Masyarakat

BERBAGI
Foto : Rektor Untan, Prof Dr Thamrin Usman DEA saat berdiskusi bersama sejumlah Jurnalis dalam acara Coffee Break/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam diskusi sejumlah bersama sejumlah Jurnalis pada Rabu (9/8), Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA, mengatakan, salah satu faktor yang membuat Kalimantan Barat menjadi maju dapat dimulai dengan memperbaiki tingkat pendidikan masyarakatnya. Menurutnya, saat ini tingkat pendidikan di Kalbar rata-rata hanya lulus SMP, hanya ada segelintir orang yang pernah merasakan mengenyam bangku pendidikan tinggi.

Ia membandingkan presentase pendidikan yang ada di Kalbar dan Indonesia secara umum dengan ada yang di negara luar seperti Korea Selatan.

“Di Korsel presentase pendidikannya 90 persen. Artinya jika kita ambil 10 orang pemuda disana hanya satu yang tidak selesai sekolah. Tapi coba lihat, mereka maju dalam industri teknologi, mereka bikin samsung, hyundai dan produk-produk lainnya yang pasarnya mencakup internasional,” ujar Rektor.

Prof Thamrin Usman mencontohkan hal ini pada pengalaman pribadinya yang bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun orang tuanya serta saudaranya mempunyai pola pikir yang maju untuk dapat keluar dari keadaan tersebut dengan melalui jalan pendidikan.

“Semakin baik tingkat pendidikan kita maka akan semakin baik kualitas kita baik itu secara keterampilan maupun pembayaran. Contoh saja kita disini yang pernah mengenyam pendidikan tinggi pasti berpendapatan lumayan, karena keterampilan kita bagus,” lanjutnya.

Tak hanya kualitas hidup, katanya lagi tingkat pendidikan yang bagus juga dapat memperbaiki kualitas kesehatan. Dengan adanya pengetahuan yang cukup, masyarakat akan sadar dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi seperti bahan-bahan pangan yang memiliki banyak kandungan bermanfaat.

Selain itu ia juga menyinggung soal infrastruktur di Kalbar juga dapat mendukung kemajuan suatu daerah menjadi lebih baik. Semisal jika perjalanan dari satu daerah ke daerah lain itu menggunakan kereta api, maka akan makin memudahkan pengangkutan sumber daya alam dari daerah yang jauh ke pusat perkotaan yang notabene menjadi pusat industri pengolahan bahan tersebut.

“Bayangkan 1 gerbong kereta api itu membawa hasil sumber daya alam dari Kapuas Hulu ke Pontianak, bisa lebih mudah. Suatu produk costnya bisa tinggi karena pengirimannya cukup sulit sehingga butuh biaya lebih besar. Kalau harga barang tinggi dari Kapuas Hulu dijual di Pontianak siapa yang mau beli ?,” jelasnya.

Potensi lain yang dimiliki Kalbar adalah letak geografisnya. Pulau Kalimantan adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang dibagi tiga dengan presentase 40 persen merupakan milik Malaysia Timur dan Malaysia Barat, sedangkan 60 persennya lagi milik Indonesia.

Menurutnya hal ini bisa memudahkan Kalbar mengekspor sumber daya yang bisa diekspor ke negara terdekat andai memiliki infrastruktur yang memadai. Selama ini bahan-bahan tersebut terbang dari Kalimantan ke Jawa kemudian kembali lagi ke Kalimantan.

Kalbar khususnya Kota Pontianak juga diuntungkan karena dilewati oleh garis khatulistiwa. Meskipun panas, namun daerah tersebut menjadi daerah peredaran banyak satelit milik negara luar.

Rektor membayangkan jika saja otonomi daerah kekuasaannya dapat mencapai hal itu, bisa saja mendatangkan tambahan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengenakan Pajak pada setiap satelit asing yang berada di atas daerah Kalbar.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR