Cara TNI Dekat dengan Rakyat

Cara TNI Dekat dengan Rakyat

BERBAGI
Foto : Olahraga bersama TNI/Antara

Thetanjungpuratimes.com – Ada banyak ide bagi prajurit TNI untuk dapat lebih dekat dengan rakyat. Para prajurit tak hanya fokus dan setia dalam dinas kemiliteran saja, tetapi juga harus selalu sigap dan tanggap atas kesulitan dan kebutuhan masyarakat.

Pada saat bencana alam atau kecelakaan besar, seperti pesawat terbang atau kapal, masyarakat biasanya akan melihat para prajurit berjibaku menantang maut.

Misi menjaga negara tidak hanya dilakukan pada saat perang, tetapi juga dijaga dalam kondisi damai. Kondisi damai seperti saat ini menjadi kesempatan bagi TNI untuk membuat program-program yang tak hanya bertujuan membantu masyarakat tetapi juga untuk merasakan kedekatan dengan mereka. Berikut adalah beberapa program yang biasa dilakukan prajurit TNI di seluruh wilayah Indonesia untuk mendekatkan dengan masyarakat:

Membangun rumah tidak layak huni

Kegiatan ini bukan hal baru bagi TNI, seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad. Bekerjasama dengan BRI Cabang Kawi, melalui BRI Peduli, sebanyak 15 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Tambak Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dirombak pada Sabtu (5/8/2017).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 19 Juli 2017 hingga 24 Agustus 2017. Sasarannya, rumah yang tersebar di empat Dusun. Rinciannya, masing-masing tiga unit di Dusun Krai dan Ampel Sari serta empat dan lima unit di Dusun Gunung Malang serta Tambak Watu.

Program ini melibatkan 120 orang prajurit dari satuan jajaran Divif 2 Kostrad. Bersama masyarakat setempat, para prajurit menjadi tukang dadakan untuk membangun rumah warga miskin. RTLH merupakan salah satu program unggulan TNI AD dalam rangka mewujudkan program pemerintah untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan. Sasaran program ini adalah masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap atau di bawah Rp600 ribu per bulan, serta janda lanjut usia.

Program RTLH ini juga untuk menumbuhkan kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di masyarakat.

Donor darah

Tak hanya tenaga dan keahlian yang disumbangkan prajurit TNI, tetapi juga darah mereka. Hal itu tampak dari sebanyak 30 orang prajurit Yonif Raider 514/9/2 Kostrad yang mengikuti bakti sosial donor darah di Gedung Jenderal Sudirman Kodim 0822/Bondowoso Jl. Ahmad Yani, Kotakulon, Kec. Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jumat (04/8/2017).

Selain prajurit Raider, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim 0822/Bondowoso dan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bondowoso tersebut juga diikuti oleh personel TNI dari anggota jajaran Kodim 0822/Bondowoso serta jajaran ibu-ibu Persit Kodim Bondowoso.

Donor darah merupakan salah satu bentuk ibadah untuk membantu sesama yang membutuhkan darah kita. Disamping itu, donor darah juga bermanfaat terhadap kesehatan pendonor itu sendiri, yakni untuk penyegaran sirkulasi darah agar lebih sehat.

Penghijauan

Menghijaukan bumi adalah tanggung jawab semua manusia, termasuk prajurit. Pada Senin (07/08/2017) lalu, gabungan Satgasrat dan Satgaster melaksanakan kegiatan penghijauan di Simpang Giham, Kampung Tanjung Raja Sakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Kegiatan penghijauan tersebut diikuti oleh personel Satgasrat 6/2 Kostrad  sebanyak 46 orang. Penghijauan ini yang dilakukan oleh Satgasrat  sebagai bagian dari menanggulangi ekses negatif yang ditimbulkan akibat operasi tempur.  Dalam acara penghijauan tersebut, ditanam kurang lebih 50 pohon berbagai jenis. Masyarakat sekitar sangat mengapresiasi kegiatan TNI tersebut hingga  mereka ikut  serta menanam pohon.

Bertani

Menjadi prajurit harus serba bisa, tak hanya mampu memegang senjata tetapi juga cangkul dan sabit. Guna mendukung swasembada pangan, prajurit TNI banyak diterjunkan untuk membantu petani secara langsung, seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 11/Sayung Kodim 0716/Demak pada Selasa (08/08/2017).

Dalam kesempatan ini Babinsa beserta petugas PPL membantu kelompok tani melaksanakan penanaman jagung. Sebelum dilaksanakan penanama jagung hibrida penyiapan lahan dilakukan tanpa harus membersihkan sisa jerami yang ada di sawah. Yang dibersihkan adalah gulma karena nanti pada akhirnya jerami akan menjadi kompos sebagai pupuk organik dan tidak perlu dibajak atau dicangkul.

Selain memberikan tenaga membantu petani, prajurit juga bertugas mengawasi penyaluran bantuan pemerintah kepada petani supaya tepat sasaran. Bertani bersama warga desa menjadi salah satu upaya konkret bagi prajurit untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sosialisasi Pancasila

Menjaga ideologi negara adalah salah satu tugas utama prajurit. Maka wajar jika program sosialisasi Pancasila selalu menjadi bagian dari kegiatan rutin TNI. Hal itu misalnya dilakukan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 503/MK Kostrad di Sota, Meruke, beberapa hari lalu.

Penyuluhan yang bekerjasama dengan RRI Merauke  ini dihadiri oleh beberapa nara sumber  diantaranya Kepala Distrik Sota ibu Yulianti Karime, dari RSUD Merauke Dr. Hendra, Sp. P, Kapolsek Sota Iptu Maruf serta dihadiri masyarakat dan siswa-siswi SMK dan SMP 1 Sota kurang lebih berjumlah 80 orang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang luas tentang Empat Pilar Kebangsaan  yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mentaati hukum yang berlaku dan menanamkan rasa cinta tanah air dan bangga kepada bangsa Indonesia.

Selain sejumlah kegiatan di atas, tentu saja masih ada sejumlah kegiatan lain yang biasa dilakukan TNI, seperti saat perayaan HUT TNI atau Kemerdekaan dengan mengizinkan warga berpose atau menaiki kendaraan tempur, bazar, senam, atau lomba tradisional dengan warga.

(rimanews.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR