Ini Kendala Penebitan Akta Kematian di Pontianak

Ini Kendala Penebitan Akta Kematian di Pontianak

BERBAGI
Foto: Ilustrasi Akta Kematian/net
Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, Suparma, mengatakan terkait dengan penerbitan akta kematian mengalami sedikit kendala, karena kerjasama Pemkot Pontianak dengan pemakaman belumlah solid.

Hal itu dikatakannya karena pemakaman yang ada di Kota Pontianak, terutama pemakaman Muslim kepengurusannya masih belum terorganisir. Namun Suparma mengakui sudah berupaya mengatasi ini dengan menyurati setiap pengurus pemakaman untuk mengirimkan laporan beserta Kartu Keluarga, dan KTP mana kala ada seorang warga setempat yang meninggal agar Disdukcapil bisa langsung memproses pembuatan akta kematiannya.

“Untuk pengurusan akta kematian yang tepat waktu akan kita permudah melalui paket layanan 3 in 1. Jadi dalam satu kali pengajuan berkas sudah termasuk penerbitan akta kematian, perubahan KK, dan perubahan status Janda/ Duda di KTP Elektronik,” ujarnya pada Sabtu (12/8).

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusi Kamtono, mengimbau kepada pengurus pemakaman, terutama yang sudah berbentuk yayasan yang ada di Kota pontianak untuk segera menertibkan kepengurusannya.

“Karena ini nanti komunikasinya dengan Dukcapil. Kalau kita punya data penduduk yang tepat dan akurat, program-program di Pemkot akan jadi lebih tepat sasaran,” kata Edi.

Ia berharap nantinya hal ini dapat diberlakukan secara online, sehingga jika ada yang meninggal di satu wilayah kepengurusan yayasan pemakaman dapat langsung terkoneksi di Disukcapil.

“Pendataannya menggunakan by name by address, jadi kita bisa tahu namanya, usia, bahkan sampai ke ahli warisnya,” lanjut Edi.

Dirinya juga meminta agar Disdukcapil segera melakukan pertemuan dengan para pengurus serta yayasan pemakaman, bersama dengan RT dan RW setempat untuk mensosialisasikan betapa pentingnya data kependudukan ini.

Sebab, menurut Edi, saat ini masih sering dijumpai kondisi seperti saat seseorang telah meninggal dunia, segala hal yang berhubungan dengan administrasinya masih terus berjalan.

Selain itu, dirinya mengungkapkan permasalahan lainnya juga dikarenakan Kota Pontianak saat ini tidak memiliki pemakaman yang dikelola oleh Pemerintah. Semua pemakaman yang ada, terutama pemakaman Muslim, saat ini berada di tanah wakaf sehingga segala pengaturan dan perizinan pemakaman dikelola oleh ahli warisnya.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY