Kepala Desa Kemboja Bohongi Pemuda untuk Bentuk Karang Taruna

Kepala Desa Kemboja Bohongi Pemuda untuk Bentuk Karang Taruna

BERBAGI
Foto : Para pemuda Dusun Sukamaju, Desa Kemboja saat sedang melakukan konsiladasi untuk pembentukan karang taruna/Istimewa

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Pemuda di Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, yang tergabung dalam Pemuda Dusun Sukamaju (PDS) merasa dibohongi oleh kepala desa Kemboja untuk pembentukan Karang Taruna.

Padahal, saat berkonsilidasi kerumah kepala desa dan ke kantor Desa Kemboja, Kepala Desa berjanji akan memperhatikan para pemuda, dan membentuk Karang Taruna Desa Kemboja secepatnya dalam waktu satu minggu.

Tetapi sudah hampir satu bulan sejak saat itu, masih tidak ada surat undangan ataupun pemberitahuan yang masuk ke pemuda Desa Kemboja terkait pembentukan Karang Taruna tersebut.

Ketua Umum Karang Taruna atau tim Formatur terpilih, Kurniawan, mengaku sangat kecewa dengan sikap kepala desa yang seolah-olah melupakan janjinya.

“Saat kami datang ke rumah dan ke kantor Desa, dia janji mau memperhatikan para pemuda, dan menyuruh membentuk Karang Taruna desa Kemboja, tetap nyatanya hingga kini kami tidak diperhatikan,” katanya.

Kemudian Sekertaris tim Formatur Karang Taruna Desa Kemboja, Sabirin, menjelaskan, bahkan Kades tersebut sempat menjanjikan akan melegalkan Karang Taruna Desa Kemboja dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkannya berisi pernyataan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan, yang diakui keberadaannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat (2) huruf d, Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang tercantum di Permensos Nomor : 77/ HUK/2010.

Sabirin menambahkan, Karang Taruna dibentuk karena para pemuda berharap dengan adanya wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan kegiatan positif, seperti penanam mangrove yang sudah dilakukan pemuda dalam beberapa bulan yang lalu.

Ia menerangkan, para pemuda jangan hanya dijadikan objek dalam pembangunan saja, namun juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan itu.

“Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa ini. Kalau pemudanya tidak diberdayakan, bagaimana nasib desa ini ke depannya,” tuturnya.

Dirinya berharap, struktur Karang Taruna desa Kemboja segara di legalkan, atau aparatur desa segera mengundang pemuda untuk membentuk Karang Taruna.

Jika kepala desa dan para stafnya tidak menanggapi, atau mengindahkan hasil konsiladasi yang telah disepakati, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. Ia juga mengaku sudah menyiapkan bukti-bukti atau administrasi untuk membawa hal ini ke ranah tersebut.

Selain itu, pihaknya juga kecewa dengan pemerintah Desa Kemboja yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan anggaran.

Bahkan mereka mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal anggaran kepemudaan. Apa lagi sampai saat ini, para pemuda tersebut juga tidak pernah diundang dalam musyawarah desa.

“Seharusnya desa mengundang perwakilan tokoh tokoh seperti tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan. Tetapi pemerintah desa Kemboja tidak memberlakukan prosedur seperti itu,” pungkasnya.

(R/Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR