Polda Kalbar Berhasil Ungkap Sindikat Perdagangan Orang

Polda Kalbar Berhasil Ungkap Sindikat Perdagangan Orang

BERBAGI
Foto: suasana press release Polda Kalbar terkait penangkapan tersangka sindikat perdagangan orang/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dit Reskrimum Polda Kalbar berhasil menbekuk sindikat perdagangan orang melalui pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.

Dir Reskrimum, Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan pada Selasa (8/8) pukul 22.30 WIB, anggota Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kalbar mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana penempatan TKI secara ilegal yang dilakukan perseorangan, dengan membawa 16 orang yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kemudian Subdit IV Dit Reskrimum melakukan penyelidikan dengan melakukan pengamatan di Bandara Supadio Pontianak. Setelah ditemui adanya beberapa orang yang diduga TKI ilegal, petugas kemudian membuntuti kendaraan yang ditumpangi 17 orang tersebut,” katanya saat jumpa pers, Rabu (16/8) pagi.

Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan di Jalan Trans Kalimantan, sebelum Jembatan Kapuas Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, petugas melakukan pemeriksaan tiga unit mobil, dan ditemukan 17 orang.

“Satu orang dengan inisial MWR yang diduga sebegai perekrut, 16 orang diduga calon TKI ilegal terdiri dari 12 laki-laki dewasa, dua orang perempuan dewasa, dan dua orang anak laki-laki di bawah umur yang akan segera diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam hal ini yang menjadi korban, dan tersangka beserta barang bukti didapat keterangan bahwa korban dijanjikan diberangkatkan ke Malaysia dengan maksud akan dipekerjakan di perkebunan sawit dengan membayar Rp3.700.000 hingga Rp5.500.000 untuk biaya transportasi dan pembuatan paspor.

Namun, beberapa orang korban ada yang tidak memiliki paspor akan diberangkat melalui jalur tikus, dan membayar sebagian uang perjalanan dengan perjanjian akan dipotong gaji untuk pelunasan sisa pembayarannya pada saat sudah bekerja di Malaysia, sedangkan untuk tersangka merupakan orang perseorangan, atau tidak memiliki izin PPTKIS untuk memberangkatkan orang sebagai TKI ke luar negeri.

Pasal yang dikenakan kepada tersangka yakni Pasal 4 dan Pasal 102 ayat 1 huruf A UU RI Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. Pasal 2 ayat 1, Pasal 4, Pasal 6 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

16 orang tersebut sudah dikoordinasikan dengan PP3TKI Kalbar untuk ditampung sementara, dan rencananya akan dikembalikan ke daerah asalnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR