Usai Bongkar Brankas SMKN 1 Ngabang, Maling Bawa Kabur Uang Rp250 Juta

Usai Bongkar Brankas SMKN 1 Ngabang, Maling Bawa Kabur Uang Rp250 Juta

BERBAGI
Foto: Kepala SMKN 1 Ngabang, Dominikus Dasit melihat kondisi brankas uang yang berada diruang bendahara sekolah/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Ngabang Kabupaten Landak, Rabu (16/8) dini hari dibobol maling. Tak tanggung-tanggung saat menjalankan aksinya maling tersebut berhasil membawa kabur uang sejumlah Rp250 juta yang tersimpan di brankas ruang bendahara, selain uang pelaku juga membawa kabur barang lainnya seperti wareles, modem, dan kamera digital.

Menurut Kepala SMKN 1 Ngabang, Domikus Dasit mengatakan, diperkirakan peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Mereka masuk dengan cara membuka ventilasi. Kerja merekapun terlihat rapi. Terlihat ventilasi diruang lobi SMK, ruang Wakasek, dan ventilasi diruang bendahara sekolah dibuka oleh maling,” ujar Domi, Rabu (16/8) di sekolahnya.

Dikatakannya, peristiwa pencurian itu baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang ibu yang bertugas di dapur sekolah.

“Ibu itu langsung menelepon penjaga malam sekolah untuk mengabarkan peristiwa pencurian itu. Penjaga malam itupun langsung melapor ke saya. Setelah itu ia melapor kejadian tersebut ke Polres Landak,” ceritanya.

Setelah mendapat laporan, polisipun langsung mendatangi SMKN 1 Ngabang untuk melakukan olah TKP.

“Adapun sejumlah uang yang diambil maling merupakan uang untuk biaya tukang, uang koperasi dan uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Saat kejadian, ada memang petugas jaga malam sekolah. Mungkin saat kejadian yang bersangkutan tidak mengetahuinya, karena ada rumah guru di kompleks SMK,” kata Domi.

Ia memprediksi kerugian akibat peristiwa pencurian itu mencapai Rp300 an juta, atas kejadian itu pihaknya juga akan melaporkan peristiwa pencurian ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Sutrisno disela-sela memimpin olah TKP tidak banyak komentar saat ditanyai wartawan.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan kita. Nanti kalau sudah terungkap, baru kita jelaskan,” kilahnya.

Polisi juga sudah melakukan identifikasi sidik jari. Hal ini dilakukan dalam rangka proses penyelidikan. Sejumlah tukang yang bekerja di SMKN 1 Ngabang dan Satpam di SMKN 1 Ngabang juga menjadi sasaran dari identifikasi sidik jari itu. Sejumlah barang bukti diantaranya kaca dan ventilasi juga diamankan ke Polres Landak.

(NY/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR