Rektor Untan Berikan Gagasan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa dalam Forum Investasi

Rektor Untan Berikan Gagasan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa dalam Forum Investasi

BERBAGI
Foto : Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA saat menjadi pembicara dalam Forum Investasi BUMN di bidang listrik/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Prof Dr H Thamrin Usman DEA, menjadi pembicara dalam forum investasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Pontianak, pada Rabu (30/8).

Dalam kesempatan ini, Rektor menyampaikan betapa pentingnya listrik yang menjadi objek BUMN tersebut berkaitan dengan daya saing di Kalimantan Barat. Berdasarkan data yang ada, daya saing Kalbar diantara Provinsi lain yang berada di Pulau Kalimantan saat ini sementara masih menempati posisi paling bawah.

Tingkat daya saing ini menurut Rektor sangat erat kaitannya dengan infrastruktur. Seperti yang telah diketahui, listrik merupakan infrastruktur dasar yang harus dimiliki suatu daerah jika ingin maju.

Sebelumnya, pihak BUMN menyatakan bahwa saat ini Kalbar sudah berhasil mensurplus listrik. Dengan begitu, Rektor melihat adanya harapan bagi Kalbar untuk memperbaiki peringkat daya saingnya, bahkan berpotensi untuk melewati Palangkaraya.

Bicara soal pengembangan infrastruktur, Guru Besar Kimia ini mengatakan hal itu akan membutuhkan investasi.

“Sementara investor sendiri untuk masuk ke suatu daerah memerlukan pasokan listrik cukup bagi kelancaran aktifitas investasi mereka,” kata Rektor.

Meskipun telah dikatakan bahwa listrik Kalbar pada saat ini sudah mengalami surplus, namun Rektor mengajak para peserta forum untuk fokus melihat pemakaian listrik yang saat ini cenderung pada keperluan rumah tangga.

Dipaparkan Rektor, saat ini kondisi kelistrikan di Kalbar masih dibawah rasio nasional. Rasio ini membandingkan jumlah rumah tangga yang dialiri listrik dengan jumlah keseluruhan rumah tangga yang ada.

“Jadi masih ada slot rumah tangga yang belum dialiri listrik,” lanjutnya.

Menilik hal ini, dirinya memprediksi kedepannya akan ada banyak permintaan lagi untuk pemasangan listrik ke rumah-rumah penduduk di suatu daerah yang tentunya akan sangat membutuhkan pasokan listrik yang tidak sedikit.

“Kita tahu bahwa pembangkit tenaga listrik yang saat ini terpasang di Kalbar merupakan PLTD, sebesar 79 persen dari total yang diperlukan,” ungkap Rektor.

Untuk itu Rektor mengajak para peserta forum yang juga terdiri dari para pengusaha ini untuk menggalakkan pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis biomassa. Apalagi Kalbar merupakan provinsi dengan peringkat keenam sebagai penghasil biomass terbesar di seluruh Indonesia yang kebanyakan bersumber dari limbah kelapa sawit.

Rektor sendiri telah mencoba menghitung gas metan dari limbah yang selama ini hanya terbuang sia-sia. Jika sehari pabrik kelapa sawit bisa menghasilkan 360 mt limbah per hari, maka dalam setahun, Kalbar akan dapat menghasilkan 7.675 mega watt listrik.

“Ini suatu peluang yang luar biasa, namun kembali lagi bagaimana kita dapat menyikapi peluang ini,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat Untan juga akan melakukan studi kelayakan untuk mendapatkan data-data riil mengenai hal tersebut. Jika bisa direalisasikan, maka pembangunan pembangkit listrik biomass ini dalam pandangan Rektor tidak hanya akan dapat memasok listrik bagi daerah, tapi juga menyerap tenaga kerja yang cukup besar.

(Imam/Muh)

Foto : Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA saat menjadi pembicara dalam Forum Investasi BUMN di bidang listrik/Imam

TIDAK ADA KOMENTAR