Golkar Nilai Pemecatan Ahmad Doli Sesuai Prosedur dan Mengganggu

Golkar Nilai Pemecatan Ahmad Doli Sesuai Prosedur dan Mengganggu

BERBAGI
Foto: Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham katakan pemecatan Ahmad Doli Kurnia oleh partai berlambang pohon beringin, sudah melalui proses dan prosedur yang ada.

“Pemecatan itu dilakukan setelah melalui proses yang agak panjang,” kata Idrus di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (1/9).

Pemecatan Doli berdasarkan sikap yang ia tunjukkan kepada DPP Partai Golkar yang dinilai sudah berada di luar garis ketentuan partai. Sehingga ditanggapi oleh sejumlah petinggi DPP partai, dan berujung pemecatan.

Menurut Idrus, pada mulanya partai hanya menganggap dinamika biasa yang terjadi di internal Golkar, saat sejumlah kader melakukan gerakan Golkar Bersih yang dikomandoi oleh Doli.

Mereka juga meminta supaya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dinonaktifkan dari jabatan Ketua Umum karena tersangkut kasus dugaan korupsi e-KTP. Sampai di situ, partai masih menganggap sebagai dinamika biasa.

“Meskipun sudah diambil keputusan dari Rapimnas melalui DPP Partai Golkar pada tanggal 18 Juli, tidak akan ada Munaslub dan kita masih mengharapkan Setya Novanto tetap memimpin Partai Golkar,” tutur Idrus.

Namun, gerakan tersebut bertambah luas hingga melibatkan pihak lain di luar partai. Sebab itulah DPP harus melakukan pemecatan pada Doli.

“Gerakannya ini sudah melibatkan orang, melibatkan lembaga lainnya, melibatkan Ketua Mahkamah Agung, melibatkan Komisi Yudisial dan lain sebagainya. Tentu ini persoalannya lain lagi,” ujar Idrus.

Bahkan, Doli bersama Grakan Muda Partai Golkar yang dipimpinya juga memonopoli forum akademik untuk melancarkan tujuannya.

“Forum akademik dieksploitasi. Itu promosi doktor adalah seorang kader Partai Golkar yang sama sekali tidak ada relevansinya. Itu dihadiri Ketua MA sebagak penguji, saya kira tidak ada relevansinya tetapi ini tetap didorong,” tutur Idrus.

DPP juga sudah melayangkan surat teguran kepada Doli. Namun tidak pernah dihindahkan. Bahkan, mereka menggelar sejumlah aksi massa di depan Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Maka setelah itu, semua aspirasi yang ada dai Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar bahwa tidak bisa kita biarkan kader yang tidak lagi memperhatikan sistem dan aturan-aturan partai,” kata Idrus.

Niat yang baik untuk memajukan partai ini harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Yaitu melalui mekanisme-mekanisme organisasi yang sudah diatur oleh AD ART kita,” Idrus menambahkan.

Idrus juga mengatakan pemecatan Ahmad Doli dari partai berlambang pohon beringin tidak akan berfek pada perpecahan internal partai seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Saya kira tidak ada (perpecahan). Ini hanya satu dua orang saja. Tak ada perpecahan, semua solid,” kata Idrus.

Kata Idrus, sudah cukup percahan yang berkempanjangan di internal Golkar terjadi pada dua tahun yang lalu. Dimana terdapat dua kubu yang dipimpin oleh Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono.

Menurut dia, dibawah kepemimpinan Setya Novanto, Golkar membuktikan prestasinya. Dimana pada Pilkada 2017 kemarin, Golkar menangkan 59 kandidat.

“Menjadi nomer satu, pemenang nomer satu dari seluruh partai-partai yang ada. Seletah Partai Golkar itu ada menyusul Nasdem, Demokrat, Gerinda dan ada PDIP. Saya kira ini prestasi besar yang harus kita jujur mengakui itu,” kata Idrus.

DPP Partai Golkar memecat Doli dari keanggotaan partai setelah ia gelar aksi “Golkar Bersih” melalui Gerakan Muda Partai Golkar. Doli meminta supaya Novanto dinonaktifkan dari jabatan Katua Umum karena telah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR