Ini Kisah Tiga Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Ini Kisah Tiga Keteladanan Nabi Ibrahim AS

BERBAGI
Foto: Ustadz H Haekal Awla Lc saat menyampaikan khutbah shalat idul adha di halaman masjid Al-Muhtadin Untan/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam pelaksanaan salat sunnah Idul Adha di halaman Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura pada Jumat (1/9) pagi, Khatib sekaligus imam salat, Ustadz H Haekal Awla Lc, mengajak para jemaah untuk kembali meneladani Nabi Ibrahim AS.

“Ibrahim merupakan satu diantara nabi-nabi ulul azmi yang dipilih oleh Allah SWT karena ketabahan, kesabaran, serta keikhlasannya dalam melaksanakan risalah Allah. Ibrahim juga merupakan salah satu nabi yang diangkat derajatnya menjadi kekasih Allah, ini adalah dalam rangka sebagai ibrah bagi kita agar bisa mendapatkan pelajaran, apabila ada yang kurang kita perbaiki, apabila ada yang baik maka patut kita teladani,” ujar Khatib.

Setidaknya ada tiga keteladanan yang dipetik oleh pimpinan pondok pesantren Hidayatul Muslimin tersebut.

Yang pertama adalah dalam hal menegakkan tauhid. Dikisahkan Ibrahim AS berujar pada ayah dan kaumnya bahwa ia berlepas diri dari berhala yang disembah oleh mereka. Ia menanyakan mengapa mereka menyembah sesuatu yang dibuat oleh sendiri oleh mereka.

“Ini adalah into dakwah nabi dan rasul kepada kaumnya untuk beribadah kepada Allah,” lanjut khatib.

Teladan yang kedua yaitu doa nabi Ibrahim agar diberikan keturunan yang saleh juga saleha seperti yang diabadikan Allah dalam surah As Shaffat ayat 100.

Mendapatkan keturunan yang saleh dan saleha tentu menjadi impian setiap keluarga muslim dimanapun berada. Karena itu dimulai dari yang paling awal dengan memunajatkan hal tersebut kepada Allah seperti yang dilakukan oleh nabi Ibrahim.

Sementara teladan yang terakhir yakni ketakwaan Ibrahim kepada perintah Allah tanpa syarat yang diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia dengan hari raya Idul Adha. Ibrahim yang sebelumnya sangat sulit mendapatkan keturunan akhirnya diberikan seorang putra yang diberi nama Ismail.

Kemudian dirinya mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anak kesayangannya tersebut. Ibrahim pun menyampaikan hal ini kepada puteranya, secara mengejutkan Ismail mengatakan agar ayahnya mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah.

Melihat kepatuhan kedua hambanya tanpa syarat tersebut, Allah memindahkan keadaan Ismail yang terbaring di meja jagal dengan seekor hewan ternak.

“Ini adalah sebagian teladan yang bisa kita petik dari yang disebutkan oleh Allah didalam kitabnya yang mulia. Semoga kita diberikan kemudahan untuk mengikuti teladan dari orang-orang terbaik di masa lampau. Sehingga kita bisa mencapai atau mendekati kebaikan yang telah mereka dapatkan,” tutup Khatib.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR