611 Pelamar Rebut 70 Formasi Guru Kontrak

611 Pelamar Rebut 70 Formasi Guru Kontrak

BERBAGI
Foto: Tes guru kontrak/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar tes penerimaan guru kontrak tahap dua di gedung Volley Indoor Putussibau, Selasa (5/9), Pukul 08.30 WIB. Sebanyak 611 pelamar yang belum lulus pada tahap pertama ikut seleksi itu.

“Penilaian mereka yang tes ini tetap dilakukan pihak IKIP PGRI Pontianak,” kata Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pemindahan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kapuas Hulu, Ni Made Sri Astuti.

Dirinya erharap hasil dari tes tersebut bisa cepat keluar. Paling lambat akhir September para pelamar yang lulus ditindak lanjut dengan surat keputusan penempatan.

Bagi lulusan guru kontrak yang tidak mau bertempat tugas yang ditentukan, Made sarankan untuk mengudurkan diri. Karena nanti akan ada perengkingan untuk proses pergantian.

“Sejauh ini belum ada yang mengundurkan diri. Hanya saja ada satu guru kontrak perempuan yang sudah diterima meninggal dunia, yang bersangkutan dari kecamatan Empanang, meninggal karena kecelakaan,” ucapnya.

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Jumran mengatakan penerimaan guru adalah komitmen pemerintah untuk mengisi kekurangan guru.

“Kami minta bagi yang lulus, dimana bertugas disitulah mengajar. Mesti terbatas dengan keadaan harus bertahan,” pesan Jumran.

Menurut dia, guru kontrak daerah yang diterima akan digaji per tiga bulan. Sesuai dengan sistem pencairan dana pemerintah daerah.

“Selain mendapatkan gaji mereka berpotensi mendapat tunjangan, asalkan punya NUPTK,” ungkap Jumran.

Kata dia, guru di Kapuas Hulu masih kurang. Saat ini ada satu sekolah di Kapuas Hulu yang hanya diajar satu orang guru, diamana yang bersangkutan kepala sekolah sekaligus tenaga pengajarnya.

“Padahal jika mengacu pada Standar Pelayanan Minimun pendidikan seharusnya satu sekolah punya guru kelas sebanyak 6 orang, guru bidang studi 2 orang, kepala sekolah 1 orang, ” ujar Jumran.

Melihat kekurangan tersebut, Jumran berharap tahun depan ada lagi perekrutan guru kontrak.

“Perekrutan ini kembali ke masalah anggaran, tentu butuh dukungan para Pimpinan dan anggota DPRD Kapuas Hulu, ” tuntasnya.

(yohanes/faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR