Anggaran Kemenristekdikti Dipangkas, Untan Carikan Solusi Bagi Mahasiswa Bidikmisi

Anggaran Kemenristekdikti Dipangkas, Untan Carikan Solusi Bagi Mahasiswa Bidikmisi

BERBAGI
Foto : Suasana pertemuan dengan Mahasiswa Bidikmisi/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura melakukan pertemuan bersama Mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi pengganti di aula pertemuan lantai tiga Rektorat Untan, pada Rabu (6/9) pagi.

Pertemuan ini digelar terkait dengan adanya kebijakan Pemerintah Pusat untuk melakukan efesiensi anggaran. Kebijakan ini berakibat dana yang ada di Kemenristekdikti dipangkas dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu kemudian berpengaruh pada penerima atau pun penerima pengganti Beasiswa Bidikmisi, tidak hanya di Untan, namun juga Universitas yang ada di seluruh Indonesia menjadi tertunda.

Untuk itu, Wakil Rektor III Untan, Prof Dr Kamarullah SH MHum mengumpulkan para mahasiswa yang telah masuk dalam daftar pengganti penerima beasiswa Bidikmisi untuk memberitahukan hal ini sekaligus mencarikan solusi bagi mereka.

“Kondisi yang demikian ini memang tidak kita kehendaki, tapi karena ada kebijakan dari pusat mau tidak mau itu harus kita lakukan, karena itu hari ini kita carikan solusi untuk mereka,” ujar Kamarullah.

Kamarullah menuturkan, solusi yang diberikan adalah berupa bantuan parsial dengan memasukkan mereka kedalam UKT yang paling rendah, dikarenakan kebijakan tersebut membuat kewajiban mereka untuk membayar iuran semester tetap berlaku. Hanya saja biaya hidup per bulan mereka masih tetap diberikan sehingga para mahasiswa tersebut tidak terlalu terbebani.

Sementara itu, salah seorang mahasiswi penerima Beasiswa Bidikmisi, Galuh Ramadanti (19), mengaku sedikit kecewa dengan kebijakan pusat yang memutuskan memangkas anggaran Kemenristekdikti. Namun dirinya menyambut baik solusi yang diberikan oleh pihak Untan kepada mereka.

Dirinya juga berharap Pemerintah Pusat untuk lebih kritis lagi memikirkan nasib mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa ini yang notabene adalah mahasiswa berprestasi.

“Intelektual mereka sangat diperlukan negara ini, jadi dengan adanya instruksi Presiden ini bagi saya sangat merugikan. Namun kita coba ambil sisi positifnya,” pungkas mahasiswi Fakultas Matematika dan IPA tersebut.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR