Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi, Satu Diantaranya Mantan Cawako Singkawang

Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi, Satu Diantaranya Mantan Cawako Singkawang

BERBAGI
Foto: Tiga tersangka korupsi, AS, EL, RZ mengenakan rompi tahanan Kejaksaan saat digiring ke mobil tahanan Kejari menuju Lapas Klas II B Singkawang/Mizar

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Kejaksaan Negeri Tinggi Kota Singkawang resmi menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pengadaan barang alat timbangan metrologi tahun anggaran Gabungan APBD dan Anggaran Pusat tahun 2013.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Singkawang M Ravik mengatakan ketiga tersangka masing masing berinisial EL yang merupakan PPK di dinas Disperindag Kota Singkawang semasa itu, kemudian RZ yang merupakan penyedia barang, serta AS yang merupakan mantan Calon Walikota Singkawang berinisial AS yang juga baru dilantik sebagai ketua DPD Golkar Kota Singkawang yang rekanan dalan kasus tersebut.

“Penetapan ketiga tersangka ini berdasarkan penyelidikan, dan penyidikan serta berdasarkan pemeriksaan 20 saksi,” terangnya, Rabu (6/9).

Penetapan tersangka, kata Ravik sesuai dengan hasil audit dari BPKP yang menyatakan bahwa telah terjadi kerugian negara kurang lebih Rp650 juta.

“Berdasarkan itu kita lakukan penahanan terhadap ketiga tersangka ini sejak terhitung hari ini, Rabu (6/9) sekitar pukul 17.15 WIB,” katanya.

Ravik mengatakan jika kasus ini dirasa masih terlambat, karena adanya MARUP pengadaan barang timbangan di badan Metrologi Kota Singkawang yang anggarannya sebesar Rp1,6 miliar dengan kerugian negara berkisar Rp650 juta.

“PPK diharuskan secara Undang-Undang membikin HPS. Apakah barang ini mahal atau sesuai dengan kualitas. Harus dilakukan survey. Namun PPK ini tidak dilakukan PPK. Ia membuat perkiraan tidak mendasar. Padahal di daerah lain ada yang lebih murah, padahal negara telah memberikan kentungan. Ini sangat luar biasa pembobolan uang negara seperti ini,” ungkapnya.

Ravik mengatakan berdasarkan keterangan para tersangka ini mengaku pernah membagi-bagikan dana. Nantinya akan kita lakukan BAP. Dan akan melakukan croscek kembali.

“Setelah kita lakukan croscek kembali apakah ada atau tidak. Nantinya akan kita lakukan pembuktian,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk ketiga tersangka akan langsung dilakukan penahanan selana 30 hari. Jika memang telah memadai maka akan kita limpahkan untuk disidangkan, sehinga ada kepastian hukum terhadap ketiga tersangka ini,” katanya.

menurut Ravik masih ada 4 orang yang masih sebagai saksi. Dan akan kita lakukan pemanggilan. Untuk sementara sudah ada 3 yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka lain.

Terkait penetapan ketiga tersangka kasus korupsi pengadaan barang metreologi, Ketua DPRD Singkawang, Sujianto memberikan apresiasi, serta mendukung penuh kinerja Kejaksaan Negeri Singkawang yang telah menangani kasus korupsi di Singkawang.

“Kita sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Singkawang yang telah serius menangani kasus-kasus korupsi di kota Singkawang ini. Apalagi ini menyangkut kerugian negara, sehingga memang semestinya para koruptor ditindak tegas oleh aparat yang berwenang,” katanya.

Dia juga berharap, agar pihak Kejaksaan Singkawang dapat mengungkap kasus-kasus korupsi lain yang sudah dilaporkan masyarakat. Sehingga pembanguan di kota Singkawang ini bisa lebih baik dan bersih tentunya.

“Kita juga berharap kasus-kasus lainya juga diungkap, kita semua ingin pembangunan di kota singkawang ini bersih dan jujur. Jangan nantinya merugikan negara dan masyarakat banyak,” harapnya.

Sementara itu. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan mengaku terkejut setelah mendapat informasi penahanan dari salah satu pensiunan PNS di lingkungan pemerintah Kota Singkawang.

“Terkejut saya dan sedih rasanya,” kata Hendryan.

Tapi mau gimana lagi, jika memang itu sudah aturan hukumnya. Sebenarnya, kata Hendryan, IL sudah mengajukan pensiun dari pegawai Pemkot Singkawang.

“Sudah lama pensiunnya dari pegawai Pemkot Singkawang,” ujarnya

(Mizar/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR