Koordinator Bidikmisi Minta Mahasiswa Bijak Manajeman Anggaran

Koordinator Bidikmisi Minta Mahasiswa Bijak Manajeman Anggaran

BERBAGI
Foto: Koordinator Bidikmisi Untan, Dr Rusdiono MSi (tengah)/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Koordinator Bidikmisi Universitas Tanjungpura, Dr Rusdiono MSi, meminta agar mahasiswa penerima beasiswa untuk lebih bijak memanajemen iuran yang mereka terima. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan Pemerintah Pusat untuk memangkas anggaran Kemenristekdikti yang berakibat tertundanya hak mereka sebagai penerima beasiswa.

Meskipun begitu, pihak Universitas sudah mencoba mencarikan solusi dengan memasukkan semua mahasiswa yang beasiswanya tertunda tersebut kedalam UKT I. Namun tentu saja keadaan ini memaksa para mahasiswa tersebut mau tidak mau dikenakan kewajiban membayar biaya semester.

“Biaya hidup mereka tetap diberikan 650 ribu, kita juga tidak ingin ada keadaan seperti ini. Saya minta mahasiswa bijak dalam memanajemen iuran untuk disisihkan sehingga bisa membayar biaya UKT I ini,” ujar Rusdiono.

Apalagi, kata Rusdiono sebelumnya para mahasiswa tersebut berasal dari UKT yang lebih besar lagi iurannya.

“Kan biaya hidupnya tetap kita berikan, makanya untuk membantu mereka kita masukkan ke UKT yang iurannya paling kecil,” lanjutnya.

Penerima beasiswa ini dikenai klasifikasi tertentu yang akan dievaluasi setiap tahun. Rusdiono juga menyayangkan pemberitahuan yang terkesan terlambat. Padahal mereka telah selesai melakukan proses evaluasi untuk mengganti penerimaan beasiswa ini dan sudah diberitahukan kepada yang bersangkutan.

Akibatnya nama-nama yang telah diajukan Untan tersebutpun secara otomatis di delete oleh lembaga terkait.

Ditanya tentang berapa lama hal itu akan berlangsung, Rusdiono mendapatkan informasi bahwa mereka bisa mengusulkan kembali nama-nama penerima beasiswa tersebut dalam bulan November.

“Tetapi kan masih belum pasti, sementara mahasiswa kita harus sudah menerima hak nya dari bulan September ini, makanya kita ambil solusi tadi, supaya mahasiswa kita juga tidak kecewa,” imbuhnya.

Tak hanya mahasiswa, hal inipun berdampak pada dipangkasnya dana penelitian Dosen dari yang sebelumnya berjumlah 150 miliar turun menjadi 10 miliar. Jumlah yang relatif kecil mengingat 10 miliar tersebut diperuntukkan bagi penelitian Dosen di seluruh Universitas yang ada di Indonesia.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR