Perubahan APBD Tahun 2017, IMB dan PDAM Jadi Perhatian Penting

Perubahan APBD Tahun 2017, IMB dan PDAM Jadi Perhatian Penting

BERBAGI
Foto : Wakil Wali Kota Pontianak dan pimpinan sidang paripurna DPRD Kota Pontianak saat menandatangani perubahan APBD Tahun 2017/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan Pendapat Akhir Wali Kota Pontianak tentang perubahan APBD Tahun 2017 di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (5/9).

Dalam perubahan tersebut, selain terjadinya pergeseran juga ada penambahan pendapatan sebanyak 100 miliar. DPRD Kota Pontianak sendiri cukup banyak menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Pontianak berkaitan dengan hal-hal yang harus menjadi perhatian.

“Cukup banyak permasalahan yang diajukan untuk diperhatikan. Ini memang menjadi tugas kami sebagai fungsi untuk memudahkan pelayanan publik,” kata Edi.

Dari beberapa poin permasalahan yang harus diselesaikan, Edi memandang tidak ada salah satu poin yang menjadi prioritas.

“Semuanya mendesak, apa yang disampaikan itu mendesak harus kita laksanakan. Tinggal waktunya, mudah-mudahan bisa cepat selesai karena kan ada yang perlu koordinasi. Kalau itu sifatnya pekerjaan rutin hari ini pun harus bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Namun Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Heri Mustamin, mengatakan, salah satu yang terpenting menjadi perhatian adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang kedepannya akan menjadi persyaratan bagi administrasi kependudukan. Untuk itu pihaknya meminta agar masyarakat yang ingin mengurus IMB agar dipermudah.

“Dipermudah itu dengan diberikan pembinaan, karena tidak semua warga itu pandai men-sketsa atau pun menggambar,” kata Heri.

Selanjutnya yang penting untuk menjadi perhatian adalah PDAM. Dirinya merasa aneh dengan PDAM yang cakupan layanannya mencapai 82 persen, tetapi labanya malah mengalami penurunan. Sedangkan ditangan direksi yang sebelumnya, cakupan layanan hanya mencapai 77 persen, namun labanya selalu berada diatas angka 20 miliar.

Karena itu, ia meminta Pemkot terus mengembangkan inovasi yang bertujuan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak yang pada saat ini sudah cenderung dalam keadaan stabil.

“Kalau pendapatan grafiknya stabil, pasti nantinya akan cenderung turun,” lanjutnya.

Hal itu dikatakannya karena ada indikasi Dana Alokasi Umum yang diterima oleh Kota Pontianak kedepannya tidak akan sesuai jumlahnya dengan yang di pagu di awal. Sementara Kota Pontianak saat ini hanya memiliki sumber pendapatan yang cukup besar dari sektor jasa.

Oleh karena itu dalam rekomendasi yang ditujukan kepada Pemkot Pontianak, pihaknya juga meminta agar sektor jasa semisal pasar diberikan dorongan. Dorongan tersebut tidak hanya berupa pembangunan saja, tetapi juga keamanan, ketertiban, dan kebersihannya agar terus dijaga.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR