Banjir, Pemda Ketapang Dapat Dana Operasional Tanggap Darurat 250 juta

Banjir, Pemda Ketapang Dapat Dana Operasional Tanggap Darurat 250 juta

BERBAGI
Foto : Suasana penyerahan bantuan/Humas Ketapang

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Bupati Ketapang Martin Rantan menerima bantuan bencana banjir yang melanda kecamatan Tumbang Titi, Jelai Hulu dan Manis Mata. Bantuan dana operasional itu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sebesar Rp 250 juta rupiah yang diserahkan oleh Direktorat Tanggap Darurat BNPB, Gatot Wijaya Satria.

Selain menerima bantuan dari BNPB pusat, Bupati juga menerima bantuan operasional dari Pemprov Kalbar yang diserahkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, TTA Nyarong.

Dalam laporannya, Bupati Martin Rantan mengatakan, bahwa bencana banjir sampai saat ini masih terjadi di Kecamatan Manis Mata, sementara untuk kecamatan Jelai Hulu dan Tumbang Titi banjir sudah mulai surut.

“Di kecamatan Tumbang Titi dan Jelai hulu paska banjir mengakibatkan infrastruktur banyak rusak, baik milik pribadi maupun milik umum,“ kata Bupati Martin Rantan, saat memberikan laporan di aula pendopo Bupati Ketapang.

Dampak banjir banyak menimbulkan kerugian fisik maupun materil, untuk itu dikatakan Bupati masyarakat berharap kepada Pemerintah supaya infrastruktur yang rusak paska banjir dibangun kembali.

“Untuk kecamatan Manis Mata banjir masih terjadi saat ini, jadi belum dapat diketahui berapa kerugian dan sarana prasarana yang rusak,“ jelasnya.

Menurut Bupati, musibah banjir yang terjadi merupakan kuasa Tuhan tidak ada yang dapat menghalangi, tetapi Pemerintah Kabupaten Ketapang dan jajaranya, beserta masyarakat Ketapang mengambil langah langkah cepat dalam membantu korban banjir.

“SKPD sudah diinstruksikan melalui surat dan sudah mengumpulkan bantuan yang ada di posko BPBD Ketapang, sudah menanganinya dan siap didistribusikan,“ paparnya.

Tak hanya itu, dari Dinas Kesehatan juga sudah menyiapkan tenaga medis untuk pengobatan di lapangan, demikian juga dengan masyarakat di Ketapang dengan memberikan bantuan ada pakaian yang layak pakai.

Untuk itu disampaikan Bupati, bahwa Pemkab Ketapang sudah menetapkan status darurat tanggap banjir di Ketapang sekaligus pembentukan komando status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Ketapang yang dikomandani oleh Dandim 1203 Ketapang.

Disampaikan Bupati, sebenarnya Ia bersama jajarnnya berkeinginan untuk bekunjung ke Kecamatan Tumbang Titi dan Jelai Hulu, tetapi karena saat ini di Kecamatan Manis mata masih banjir maka kunjungan itu ditunda.

Selanjutnya kepada BNPB Ketapang, Bupati menginstruksikan segera membuat laporan dan berapa kebutuhan anggaran untuk penanganan paska banjir di tiga kecamatan tersebut dan laporan disampaikan kepada Pemerintah pusat melalui BNPB untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat.

“Nanti setelah pembangunan sarana dan prasana paska banjir, bersama sama BPBD provinsi dan BNPB pusat mengunjungi wilayah yang terkena banjir yaitu Kecamatan Tumbang Titi, jelai Hulu dan Manis Mata,“ kata Bupati.

Berdasarkan data dari BPBD ketapang, jumlah desa desa yang terkena banjir bandang di Kecamatan Tumbang Titi terdata 12 desa , yaitu desa beringin rayo, 30 kk, desa Serengkah 40 KK, desa Sungkali Kiri 39 KK, desa natai panjang 20 KK, Desa Jelayan 35 KK, desa tumbang Titi 25 KK, desa Titi Baru 50 KK, desa Segar Sari 35 KK, desa Pengatapan 42 KK, desa kelampai 25 KK, total 399 KK.

Sementara di Kecamatan jelai Hulu terdata 15 desa degan jumlah KK 1,378 KK, terdiri dari desa Pasir Mayang 55 KK, desa Rangga Intan 15 KK, desa Sidahari 60 KK, desa Tanggerang 134 KK, desa Teluk Runjai 8 KK, desa kesuma jaya 187 KK, desa Riam Danau Kanan 195 kk, desa Karang dangin 65 KK, Desa Deranuk 52 KK, Desa Peringan 254 KK, desa Penyarang 69 KK, Desa Asam Jelai 130 KK, desa Biku Sarana 70 KK, desa tebing berseri 44 KK dan desa perigi 40 KK.

(Ras/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR