Menkes Nila Buka Suara soal Kasus Bayi Debora

Menkes Nila Buka Suara soal Kasus Bayi Debora

BERBAGI
Foto : Menkes Nila F. Moeloek saat menghadiri HUT Polwan Ke-69 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan/Suara.com-Welly Hidayat

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, tengah menunggu hasil pertemuan Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Kemenkes dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, terkait kasus meninggalnya bayi Debora Simanjorang (4 bulan).

“Hari ini kita tentu dari Dinkes DKI, Kemenkes akan pergi ke rumah sakit. Kita harus dengarkan dari dua pihak, jadi tidak hanya satu pihak secara regulasi setiap keadaan gawat darurat harus ditolong di rumah sakit,” katanya saat menghadiri HUT Polwan Ke-69 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Lebih lanjut Menkes Nila mengatakan, bahwa Rumah Sakit semestinya dapat mendahulukan masalah penanganan pasien bila dalam keadaan darurat, dan mengesampingkan masalah biaya pengobatan.

“Saya kira dalam keadaan gawat darurat, sudah ada undang-undang, tidak bisa memperhitungkan dulu biaya atau anggaran,” ujarnya.

Menkes mengatakan, pihaknya kini menunggu keterangan dari Rumah Sakit selama penanganan bayi Debora dan penyebab kematiannya tersebut.

“Secara regulasi, pasien dalam keadaan darurat harus di tolong di rumah sakit. Tapi melihat dari apa yang dijawab rumah sakit mereka menolong dan kemudian kita harus tahu sampai sejauh mana keadaan penyakit anak tersebut. Itu yang harus kita lihat. Apapun juga barang kali akan sulit, mungkin di sini yang harus kita lihat dulu,” jelas Menkes Nila.

(suara.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY