Cuaca Tidak Menentu, Tangkapan Nelayan Sambas Sepi

Cuaca Tidak Menentu, Tangkapan Nelayan Sambas Sepi

BERBAGI
Foto: Ikan hasil tangkapan nelayan yang dikeringkan/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kondisi cuaca yang tidak menentu terakhir ini menyebabkan tangkapan ikan sejumlah nelayan yang ada di desa Penjajab kecamatan Pemangkat, kabupaten Sambas menjadi tidak menentu.

Firman, seorang nelayan di Penjajab mengatakan, jika dalam beberapa hari terakhir ini. Hampir setiap kali melaut tidak membuahkan hasil, lantaran cuaca yang kurang bersahabat.

Selain cuaca yang tidak menentu, ketika berada dilaut ia bersama nelayan yang lain juga tidak menemukan kumpulan ikan yang memadai pada saat di pukat.

“Dalam beberapa hari ini tangkapan memang agak sepi, hal ini lantaran ketika melaut tiba-tiba cuaca berubah kami memilih berteduh atau pulang,” ujar Firman, Selasa (12/9).

Akibat tidak bisa melaut ia bersama teman-teman nelayan lainnya sering merugi.

“Bagaimana tidak rugi, setiap kali turun pasti mengeluarkan modal untuk membeli minyak. Namun ketika sudah berada dilaut, harus balik lagi karena cuaca yang tidak bersahabat, sehingga uang untuk membeli minyak tidak bisa ditebus,” katanya.

Setiap kali melaut menurut Firman, dirinya membutuhkan paling sedikit 25 liter minyak solar.

“Jika tidak ada hasil, uang yang sudah dibelikan tadi menjadi sia-sia. Makanya ketika melaut saat sekarang, kita mikir,” katanya.

Tidak hanya Firman, keluhan yang sama juga disampaikan oleh Asman, nelayan yang juga bermukim di desa Penjajab kecamatan Pemangkat. Cuaca seperti sekarang katanya susah diperkirakan,

“Saat ini kita menyebutnya dengan angin barat daya, cuaca tidak menentu. Kadang bagus, namun tiba-tiba berubah menjadi tidak bagus, karena itu sejumlah nelayan memilih untuk tidak melaut. Habis kalau dipaksakan pasti hanya keluar modal tanpa ada hasil, ” katanya.

Ia yang kelaut hingga sepuluh hari, hanya bisa mencari ikan dalam waktu dua hari dengan kondisi cuaca seperti sekarang, hal ini yang menyebabkan ia merugi.

“Akibatnya kita menjadi berinduk (bergantung) kepada tauke (tempat ia menjual ikan), kita minjam dahulu ke tauke untuk modal dirumah, setelah cuaca bagus nanti baru kita bayar. Kalau mau melaut dengan kondisi cuaca seperti sekarang, untuk ongkos minyak saja tidak balik modal, selain itu dimusim ini juga tangkapan ikan juga sepi,” katanya.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR