BKMI Gandeng KBMB Kaji Isu Rohingya

BKMI Gandeng KBMB Kaji Isu Rohingya

BERBAGI
Foto: Baskara Zhafran Ramadhan (kiri) Kepala BKMI Untan bersama Haven Edric (Kanan) Ketua KBMB Untan/Sukardi

Pontianak, thetanjupuratimes.com– Badan Kerohanian Mahasiswa Islam (BKMI) Universitas Tanjungpura (Untan) menggandeng Keluarga Besar Mahasiswa Buddhis (KBMB) Untan mengkaji isu terkait kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar.

“Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan isu kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya yang hak asasi mereka direbut oleh penguasanya. Terutama di Indonesia isu ini menjadi hal penting dibicarakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara Hukum, dan mengecam segala bentuk penjajahan sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945,” kata Kepala BKMI Untan, Baskara Zhafran Ramadhan, Rabu (13/9).

Pertemuan yang telah berlangsung pada Selasa (12/9), pukul 14.00 WIB, di Ruang Video Conference Fakultas Hukum Untan, BKMI Untan mengajak KBMB Untan untuk bersama-sama mengkaji isu dan membuat pernyataan sikap.

“Pada pertemuan ini ada tiga sesi yakni pembukaan, diskusi dan pernyataan sikap. Pembicara dalam kajian ini oleh Muhammad Taufani, selaku aktivis dan relawan aksi kemanusiaan, dan dihadiri oleh pengurus BKMI dan KBMB Untan,” kata Baskara.

Lima Pernyataan Sikap BKMI Untan:

1.BKMI UNTAN mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap warga Rohingya. Karena hal ini bertentangan dengan nilai dasar yang dianut oleh Indonesia sesuai dengan narasi Pembukaan UUD 1945, “… Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan…”

2.BKMI UNTAN mengajak masyarakat global untuk mengingatkan kepada PBB agar berperan aktif dalam upaya menyelesaikan konflik di Myanmar dan menekan Swedish Prize Institution untuk mencabut nobel perdamaian yang diterima oleh Aung Suu Kyi, pemimpun de facto Myanmar. BKMI UNTAN mengajak seluruh lembaga ormas di seluruh belahan dunia untuk bersama berjuang melindungi hak warga Rohingya dan mengegakkan keadilan di dalamnya.

3.BKMI UNTAN mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah melakukan upaya diplomasi dengan pemerintahan Myanmar melalui Menteri Luar Negeri RI.

4.BKMI UNTAN mengajak seluruh masyarakat Indonesia  untuk mengecam tindakan pemerintah Myanmar yang telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan terhadap warga Rohingya. Pengusiran, pembunuhan, penculikan, serta pembakaran tempat ibadah jelas melanggar hak untuk hidup, menciderai nilai kebebasan untuk beribadah, dan merupakan bentuk penjajahan atas hak setiap manusia untuk hidup, beragama, dan beribadah

5.BKMI UNTAN sebagai UKM kerohanian  islam yang resmi di Universitas Tanjungpura Pontianak mengajak umat Islam di Indonesia pada umumnya dan di Universitas Tanjungpura pada khususnya untuk berempati dan  melangitkan doa terbaik untuk warga Rohingya.

Sepuluh Pernyataan Sikap KBMB Untan:

1.Keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian moril serta materil yang besar, bukanlah konflik agama melainkan konflik sosial dan kemanusiaan.

2.Menumbuhkan solidaritas kemanusiaan atas krisis Rakhine, Myanmar, dengan mengedepankan sikap cinta kasih bahwa korban ataupun masyarakat yang terdampak adalah sama-sama manusia yang setara dan serasa di hadapan Tuhan.

3.Menghentikan kebencian dan tindak kekerasan agar tidak semakin memperparah kerusakan yang diakibatkan.

4.Mendesak Pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan, bantuan dan hak asasi dasar kepada masyarakat Rakhine.

5.Menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan membawa isu konflik dan krisis Pakhine, Myanmar ke Indonesia yang dapat mengganggu kerukunan hidup umat beragama di Indonesia.

6.Menghimbau masyarakat Indonesia untuk dapat menyaring informasi yang beredar melalui media sosial, dan tidak terprovokasi untuk menyebarkan kebencian. Kami sangat mengharapkan kepada Cyber Crime Polri dan BIN agar mendeteksi informasi yang berbentuk provokasi agar tidak tersebar ke masyarakat.

7.Kami sangat mengharapkan Pemerintah Indonesia menjamin umat beragama untuk beribadah dengan tenang dan aman, serta menjamin keamanan terdahap rumah ibadah yang berada di Indonesia.

8.Sangat perlu diingat bahwa tidak ada agama yang dapat dikaitkan dengan aksi terorisme, karena aksi keji tersebut sama sekali tidak mencerminkan perilaku umat beragama. Kejadian ini harus dapat menjadi pendorong bagi bersatunya umat beragama di Indonesia bahkan diseluruh dunia.

9.Kami menghimbau seluruh umat beragama, khususnya umat Buddha untuk tidak terprovokasi. Sebagai umat beragama sudah selayaknya kita bersama-sama menjaga kerukunan dan perdamaian di Indonesia serta di seluruh dunia.

10.Kami umat Buddha Indonesia yang menjunjung tinggi kerukunan dan perdamaian menyampaikan rasa empati atas penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita pengungsi Rohingya, dan masyarakat di Rakhine, Myanmar, untuk itu kami berdoa agar penderitaan ini segera berakhir.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR